Dampak Buruk Bayi Kelebihan Fosfor (Hiperfosfatemia)

Apakah Anda sudah tahu apa itu fosfor? Perlu Anda ketahui, bahwa fosfor adalah salah satu zat gizi mikro yang diperlukan untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi. Zat gizi ini sangat dibutuhkan oleh bayi dan anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Namun kelebihan zat ini pun tidak baik untuknya karena terdapat dampak buruk bayi kelebihan fosfor (hiperfosfatemia). Berikut kami berikan penjelasannya.

Pada artikel ini Anda dapat mengetahui:
– Tentang fosfor
– Penyebab bayi kelebihan fosfor
– Kadar normal fosfor
– Tindakan ketika bayi kelebihan fosfor

Alih-alih membuat bayi sehat, kelebihan fosfor justru dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang disebut hiperfosfatemia, yakni suatu kondisi ketika tubuh kelebihan fosfor. Meskipun jarang, penyakit ini masih perlu dikenali oleh orang tua.

Penyebab Bayi Kelebihan Fosfor
Bukan tidak mungkin seorang bayi mengalami hiperfosfatemia. Hiperfosfatemia adalah kondisi ketika terlalu banyak fosfat dalam darah yang disebabkan oleh terlalu banyaknya asupan fosfor atau kondisi kesehatan lainnya. Penyebab paling umum adalah penyakit ginjal tetapi kondisi ini juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya kadar vitamin D yang tinggi, infeksi serius di dalam tubuh, kadar hormon paratiroid rendah (hipoparatiroid) dan ketoasidosis diabetic.

Tidak seimbangnya kadar fosfat dalam tubuh bayi inilah yang menyebabkan bayi kelebihan fosfor. Bayi yang baru lahir umumnya mengalami gangguan dalam keseimbangan mineral dalam tubuh, baik kalsium atau fosfor. Ginjal secara alami bekerja dengan mengontrol kadar fosfat. Tetapi jika ginjal tidak berfungsi dengan baik, fosfat yang berlebihan tidak dapat dibuang sehingga menyebabkan hiperfosfatemia.

Susu sapi mengandung fosfat dalam jumlah yang relatif besar. Sehingga susu sapi ini dapat menyebabkan kenaikan kadar fosfat serum dalam tubuh bayi yang akhirnya membuat kadar kalsium dalam tulang dan jaringan lain menurun. Akibatnya, tubuh terkena hipoalkemia, salah satu penyakit lanjutan yang paling umum setelah hiperfosfatemia. Sehingga mungkin Anda akan bertanya-tanya amankah pemberian susu sapi pada bayi? Maka Anda dapat menemukan jawabannya diartikel kami sebelumnya.

Kadar Normal Fosfor
Kadar normal fosfor untuk orang dewasa normal adalah 2,5 – 4,5 mg/dL. Dikutip dari Alodokter.com, kadar fosfor pada bayi dan anak-anak cenderung lebih tinggi, yaitu 50 persen tambahan untuk bayi dan 30 persen tambahan untuk anak-anak. Dan apabila kadar fosfornya mencapai lebih dari 7 mg/dL, barulah bayi, anak-anak, dan remaja dikatakan terkena hiperfosfatemia.

Dampak Buruk Kelebihan Fosfor pada Bayi
Ketika kadar fosfat dalam tubuh bayi meningkat, zat ini akan mengikat kalsium dalam darah yang menyebabkan hipokalsemia, yang menurunkan kadar kalsium dalam tubuh sekaligus akan menghambat proses pencernaan vitamin D dan penyerapan kalsium dalam tulang. Pada akhirnya, kondisi ini akan membuat tulang retak dan mudah patah. Tanda yang sering muncul jika bayi kelebihan fosfor seperti misalnya kejang dalam waktu yang sebentar (tanpa hilang kesadaran).

Tindakan Ketika Bayi Kelebihan Fosfor
Pemberian infus larutan 10 persen kalsium glukonat (2 mL/kg) adalah pengobatan kejang bayi karena kelebihan fosfor. Pengobatan ini tentu saja hanya bisa dilakukan oleh dokter dan tim medis. Pada sebagian besar bayi, keseimbangan kalsium dan fosfat akan kembali normal dalam 1 hingga 2 minggu setelah penanganan.

Gejala hiperfosfatemia umumnya sangat jarang dialami oleh bayi yang diberi ASI. Hal ini karena ASI mengandung kadar fosfor yang rendah. Karena itu, penuhi kebutuhan nutrisi bayi Anda dengan pemberian ASI eksklusif dari pada memberinya susu formula yang mengandung fosfat lebih besar. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four − 3 =

%d bloggers like this: