Tanda-Tanda Anak yang Kurang Minum Air Putih

Minum air putih adalah hal yang sangat penting, tetapi sering dilupakan dalam kegiatan sehari-hari anak. Karena sekitar 60 persen berat badan anak disusun oleh air. Asupan air putih yang kurang, atau pengeluaran cairan terlalu banyak misalnya kondisi diare atau muntah menjadi faktor penyebab anak kurang minum. Apapun penyebabnya, tanda-tanda anak yang kurang minum air putih perlu Anda diketahui.

Pda artikel ini Anda dapat mengetahui:
– Manfaat minum air putih
– Kebutuhan air putih pada anak
– Tanda-tanda anak yang kurang minum air putih
– Kebiasaan baik anak minum air putih

Tidak hanya menyegarkan, minum air putih juga menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan, mulai membantu membersihkan racun dalam tubuh, menjaga sistem kekebalan tubuh, mencegah perut kembung hingga membuat kulit cerah.

Kebutuhan Air Putih Pada Anak
Agar anak Anda tidak kurang minum air putih, Anda harus memastikan bahwa kebutuhan air putihnya terpenuhi. Kebutuhan air putih anak bervariasi, tergantung pada aktivitas dan usia si anak. Tetapi secara umum, anak-anak di bawah usia 8 tahun membutuhkan air putih sebanyak 1.000-1.300 mililiter per hari. Anak-anak yang lebih besar membutuhkan sebanyak 1.300-1.500 militer (perempuan) dan 1.500-1.700 mililiter (anak laki-laki).

Dikutip dari Liputan6.com, air memegang peranan penting dalam kerja organ tubuhnya termasuk otak. Tidak hanya dapat membuat anak menjadi dehidrasi dan haus berlebihan, kurang minum air putih juga dapat mengganggu kondisi psikologis si anak.

Di bawah ini tanda-tanda anak yang kurang minum air putih, antara lain sebagai berikut:

Rewel
Tanda anak kurang minum air putih sering terlambat dikenali pada bayi. Hal ini dikarenakan bayi belum mampu mengungkapkan keinginan untuk minum atau mengeluhkan rasa hausnya. Namun, bayi yang terus-menerus rewel, merengek, atau menangis dengan sedikit air mata dapat menjadi tanda bahwa ia kekurangan cairan. Namun, harus diingat bahwa air putih hanya boleh diberikan ketika bayi berusia 6 bulan ke atas. Anda juga dapat membaca tentang dehidrasi pada bayi dinpembahasan kami sebelumnya.

Bau nafas
Air liur mengandung antibakteri. Tubuh akan menghasilkan lebih sedikit air liur ketika tubuh anak kekurangan cairan. Air liur yang sedikit akan membuat pertumbuhan bakteri di mulut meningkat pesat sehingga menyebabkan bau nafas. Jadi Anda harus segera minta anak minum air putih bila nafas anak terasa tidak sedap.

Jarang buang air kecil
Umumnya dalam kondisi normal anak-anak buang air kecil sebanyak 4-6 kali sehari. Perhatikanlah frekuensi buang air kecil anak Anda. Ketika anak Anda buang air kecil kurang dari 4 sampai 6 kali dalam sehari, hal demikian bisa menunjukan salah satu tanda anak kurang cairan.

Warna urinnya lebih pekat
Warna urin yang normal cenderung berwarna jernih, atau kuning muda. Ketika tubuh kekurangan cairan kecil, tubuh akan menghasilkan urin dengan warna yang lebih padat dari biasanya. Ketika Anda menyadarinya, jangan tunda lagi untuk segera minta mereka minum lebih banyak air dari biasanya.

Mata cekung
Kelopak mata yang terlihat cekung atau mata seperti masuk ke dalam tanda anak kurang minum air putih. Jika ada tanda seperti ini pada anak, maka kekurangan cairan yang dialami anak sudah berat.

Tidak semua anak suka minum air putih, tetapi minum air putih adalah kebutuhan yang penting. Akan tetapi Anda dapat mencegah hal ini dengan membiasakan kebiasaan baik pada anak Anda dengan mengonsumsi setidaknya segelas air putih di pagi hari, setelah makan, dan dua jam sebelum tidur. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × three =

%d bloggers like this: