Semua Tentang Makanan Pedas Untuk Anak

Tidak dipungkiri, makanan pedas memang menambah nafsu makan. Namun, makanan pedas juga bisa menimbulkan beberapa efek negatif, terutama bila dikonsumsi berlebihan. Makanan pedas juga sering menjadi pro dan kontra dikalangan orang tua yang ingin memberikan makanan ini untuk anaknya. Untuk itu sebelum mengambil keputusan, sebaiknya pahami semua tentang makanan pedas untuk anak berikut ini.

Pada artikel ini Anda dapat mengetahui:
– Apa itu rasa pedas?
– Efek makanan pedas pada anak-anak
– Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum memberi anak makanan pedas

Apa Itu Rasa Pedas?
Sebenarnya rasa pedas timbul karena adanya iritasi di rongga mulut, yang disebabkan oleh zat capcaisin dalam cabai. Di dalam mulut, reseptor rasa pedas sama dengan reseptor rasa panas. Karena itulah, ketika Anda merasa pedas, mulut Anda juga akan terasa panas. Panas yang datang saat Anda mengonsumsi makanan pedas akan memicu tubuh melepaskan hormon adrenalin. Ini menyebabkan pembuluh darah membesar dan jantung berdetak lebih cepat. Yang akhirnya membuat Anda akan mengeluarkan keringat.

Tidak hanya adrenalin, rasa panas yang disebabkan mengonsumsi makanan pedas juga memicu tubuh untuk menghasilkan endorfin. Karena itu, Anda akan merasa senang hingga ketagihan saat merasakan sensasi pedas di dalam mulut. Namun di luar itu, makanan pedas juga memicu produksi asam di dalam lambung. Jadi, jika jenis makanan ini dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, risiko timbulnya penyakit di perut akan bertambah banyak.

Efek Makanan Pedas Pada Anak-Anak
Anak-anak sudah mulai merasakan rasa pedas saat masih berada di dalam rahim. Rasa pedas tersebut berasal dari makanan yang dikonsumsi ibu selama kehamilan. Itu juga termasuk salah satu efek negatif mengonsumsi makanan pedas bagi ibu hamil. Kemudian, ketika memasuki masa menyusui, si anak juga akan sedikit banyak terpapar rasa pedas. Ini karena susu yang diproduksi oleh ibu yang suka makan makanan pedas akan memiliki rasa yang sama.

Namun, bukan berarti anak Anda sudah diberbolehkan makan makanan pedas. Menurut para ahli, anak-anak dikatakan siap menerima rasa pedas makanan ketika berusia di atas 1 tahun. Pemberian makanan pedas pada anak-anak di bawah usia 1 tahun dapat menyebabkan berbagai masalah di antaranya dikutip dari Detik.com, seperti diare, mencret, sakit perut dan juga radang tennggorokan.

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Memberi Anak Makanan Pedas

Adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan jika ingin memberikan makanan pedas untuk anak di atas usia 1 tahun, antara lain sebagai berikut:

1. Ketika Anda mulai memberinya makanan pedas, jangan berikan peringatan dalam bentuk apapun kepada anak-anak. Ini bertujuan untuk menjaga agar anak tidak banyak bertanya atau tidak menolak makanan.

2. Perkenalkan makanan pedas dengan jumlah dan tingkat kepedasan secara bertahap, sehingga lidah dan saluran cerna anak dapat beradaptasi dengan baik.

3. Tunjukkan pada anak bahwa makanan pedas yang Anda berikan sangat enak, sehingga mereka semakin ingin untuk mencobanya.

4. Perkenalkan makanan pedas yang memiliki tingkat pedasnya merata, seperti nasi goreng. Ini agar anak tidak pilih-pilih mengkonsumsi hanya bagian yang tidak pedas.

5. Berikan pengawasan penuh ketika anak makan makanan pedas. Tindakan ini bertujuan untuk mencegah masuknya cabai ke mata atau hidung anak.

6. Siapkan makanan cadangan jika tiba-tiba anak menolak atau tidak suka makan makanan pedas.

7. Pantau toleransi saluran pencernaan anak setelah mencoba makanan pedas, seperti memantau ada atau tidaknya gejala nyeri perut, muntah, atau diare.

Bagaimana? Apakah Anda sudah siap dengan beberapa hal di atas. Mari perkenalkan rasa pedas pada anak. Namun ingat tetap pada hal-hal di atas ya Ibu. Jika anak mengalami nyeri perut dan masalah pencernaan lainnya, segera bawa ia ke dokter terdekat agar anak segera dapat diberikan penanganan yang baik. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 + eleven =

%d bloggers like this: