7 Ciri Anak yang Menjadi Korban Cyberbullying

Cyberbullying atau perundungan di dunia maya bisa terjadi pada anak-anak. Seperti yang diketahui, adanya dunia maya semakin meningkatkan fenomena terjadinya perudungan ini. Sehingga kita sebagai orang tua diharuskan mengetahui 7 ciri anak yang menjadi korban bullying, agar sesegera mungkin Anda bisa mengatasinya. Hal ini penting agar anak Anda tidak terancam mengalami depresi, stress atau gangguan mental lainnya.

Pada artikel ini Anda dapat mengetahui:
– Apa itu Cyerbullying?
– 7 ciri anak yang menjadi korban cyberbullying

Seperti yang kita ketahui, bentuk perundungan yang sering terjadi meliputi nama yang menjadi bahan ejekan, penampilan fisik, dan juga profesi orang tua (misalnya petani atau nelayan). Dikutip dari Liputan6.com, tidak banyak anak yang mengungkapkan dirinya menjadi korban cyberbullying. Orang tua perlu mengetahui 7 ciri anak yang menjadi korban cyberbullying, antara lain:

1. Menjauhkan diri dari gawai (gadget)
Anda perlu mempertanyakan alasan anak, apabila tiba-tiba ia menjauhkan dirinya dari gawai. Sebab, minat seorang anak terhadap gawai akan berkurang apabila ia ternyata menjadi korban cyberbullyng.

2. Bertanya cara memblokir orang
Jika anak Anda mencari atau meminta bantuan Anda atau orang terdekatnya untuk memblokir aplikasi chat atau media sosial mereka, maka kemungkinan hal ini menunjukkan bahwa mereka sudah mulai terganggu dengan orang-orang tertentu yang ada di daftar pertemanannya. Biasanya pelaku perundunganlah yang ingin anak blokir.

3. Lonjakan follower atau permintaan teman di media sosial
Peningkatan jumlah teman atau followers yang melonjak secara tiba-tiba bisa menjadi tanda bahwa ada sesuatu terjadi pada anak-anak Anda yang menarik orang untuk menjadi pengikutnya di media sosial.

4. Menghapus akun media sosialnya
Biasanya seseorang, termasuk anak akan memilih untuk menghapus akun sosial media mereka apabila mereka merasa media sosial sudah mengganggu kehidupannya. Jika ternyata anak Anda melakukan hal yang demikian, cobalah untuk mencari tahu alasan anak. Karena hal itu sangat umum dilakukan seseorang yang ingin melindungi diri dari perundungan.

5. Perubahan kebiasaan
Saat menjadi korban perundungan, anak bisa saja tiba-tiba menjadi malas makan, sulit tidur, dan mengalami penurunan nilai pelajaran di sekolahnya. Selain itu, ekspresi takut, gugup atau gelisah saat menggunakan gawai ataupun komputer juga bisa menjadi tanda akan mengalami perundungan. (Baca Juga: Jadikan Anak Sopan & Santun Sedini Mungkin)

6. Mengucapkan kalimat yang menurunkan harga diri
Ciri keenam yang patut Anda curigai dari anak yang menjadi korban perundungan adalah ketika ia mengucapkan kalimat yang menunjukkan rasa tertekan atau ia merasa hidupnya sudah tidak berarti lagi. Ajak anak Anda berbicara dan tanyakan apa yang terjadi padanya. Perhatian dari Anda adalah yang mereka butuhkan.

7. Mengisolasi dirinya sendiri
Ciri lain yang dapat lihat jika anak mengalami perundungan yakni ketika ia secara tiba-tiba anak Anda memisahkan diri dari lingkungan sosialnya, atau dia tidak mau lagi bermain bersama-sama seperti biasanya. Hal ini umumnya anak lakukan karena rasa percaya dirinya yang mulai turun.

Demikianlah 7 ciri anak yang menjadi korban cyberbullying. Jika anak Anda menunjukkan salah satu dari ketujuh ciri tersebut maka sebaiknya tanyakan pada anak apa yang terjadi pada dirinya. Agar hal-hal yang dapat mempengaruhi perasaan dan mentalnya bisa segera Anda atasi. Cobalah mencari tahu siapa yang membuat anak merasa tertekan, diskusikan pada anak (pelaku cyberbullying) bahwa perilaku ini tidak baik. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × five =

%d bloggers like this: