Seputar Down Syndrome Pada Bayi

Kondisi yang buruk saat bayi lahir, seperti down syndrome adalah hal yang tidak diinginkan oleh setiap orang tua. Bahkan sampai saat ini belum ditemukan dengan pasti apa penyebab dari down syndrome. Agar dapat segera diantisipasi, mengenali ciri fisik bayi down syndrome sejak dini tentu harus dilakukan. Berikut penjelasan seputar down syndrome pada bayi yang perlu Anda ketahui.

Pada artikel ini Anda dapat mengetahui:
– Pengertian down syndrome
– Seputar down syndrome pada bayi

Pengertian Down Syndrome
Down syndrome atau sering disebut sebagai trisomi 21 adalah suatu kondisi di mana seseorang memiliki kromosom tambahan, yaitu kromosom 21. Sehingga akhirnya menyebabkan perubahan dalam tumbuh kembang seseorang dan menimbulkan kelainan yang khas, seperti kelainan struktur wajah, postur tubuh, dan karakteristik fisik lainnya akibat dari jumlah keseluruhan kromosonnya bertambah menjadi 47. Oleh karena itu, orang dengan down syndrome sangat mudah dikenali dari bentuk wajahnya, membuatnya terlihat unik dan berbeda dari yang lain. (Baca lebih lanjut mengenai trisomi disini)

Gangguan fisik dan masalah kesehatan orang yag menderita down syndrome memiliki variasi yang berbeda antar setiap individu. Perlu diingat bahwa down syndrome bukanlah penyakit karena keterlibatan mutasi genetik yang lebih kompleks. Tanda yang paling khas anak yang menderita down syndrome adalah keterbelakangan perkembangan fisik dan mental. Selain itu, beberapa kelainan fisik juga ditemukan dan mudah dilihat.

Untuk mengetahui bayi yang mengidap down syndrome, sebenarnya bisa dilakukan melalui sejumlah pemeriksaan. Para ahli merekomendasikan pilihan pemeriksaan seperti tes penyaring dan tes diagnostik untuk mengidentifikasi down syndrome pada semua wanita hamil, tanpa memandang usianya.

1. Tes Penyaringan
Anda dapat mengetahui bayi yang di dalam kandungan Anda menunjukkan peluang down syndrome atau tidak, Anda bisa melakukan tes penyaringan. Namun, tes penyaringan ini tidak dapat mengkonfirmasi atau mendiagnosis apakah bayi memiliki down syndrome.

2. Tes Diagnostik
Mengidentifikasi dan mendiagnosis bayi memiliki down syndrome atau tidak, Anda dapat melakukan tes diagnostik. Serangkaian tes ini dilakukan pada beberapa tahap kehamilan.

Selain dua tes di atas, ada juga beberapa serangkaian tes lain yang bisa Anda ketahui melalui CNNIndonesia.com. Setelah lahir, diagnosis awal down syndrome sering didasarkan pada penampilan bayi. Untuk itu, di bawah ini beberapa ciri fisik bayi down syndrome:
– Kepala dan telinga kecil
– Bentuk telinga tidak normal
– Struktur wajah lebih datar
– Lidah menggembung
– Leher pendek
– Mata miring ke atas
– Pergerakan pasif karena otot yang lebih lemah

Anda dapat melihat perbedaannya seiring berjalannya waktu apabila bayi Anda mengidap down syndrome. Diketahui bahwa bayi dengan gangguan ini dapat lahir dengan ukuran rata-rata. Namun, bayi akan berkembang lebih lambat dibandingkan bayi lain yang tidak mengidap down syndrome.

Perlu Anda ketahui, down syndrome bukanlah suatu kondisi yang dapat disembuhkan. Namun, mengenali sejak dini dapat dilakukan untuk membantu mereka agar dapat hidup mandiri dan produktif sampai dewasa. Terdapat 6 cara penyembuhan anak autis, yang bisa Anda terapkan. Dukunglah anak Anda dengan menyemangatinya dan sebisa mungkin memenuhi kebutuhan khususnya, demi kualitas dan kebahagiaan masa depannya kelak.

Jika Anda hamil, tidak ada salahnya melakukan tes untuk mengetahui apakah ada kelainan genetik pada bayi, salah satunya adalah down syndrome. Ingatlah, jangan pernah berkecil hati sekalipun Anda memiliki anak yang memiliki kondisi down syndrome. Berikan selalu dukungan dan penuhi kebutuhannya semaksimal mungkin, agar dia bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × two =

%d bloggers like this: