Zat Berbahaya yang Tersembunyi di Pakaian Anak

Begitu banyak model pakaian si kecil yang ditawarkan di pasaran. Mulai dari model pakaian anak yang lucu dan corak warna yang menarik Anda untuk segera membelinya agar si kecil terlihat semakin imut dan menggemaskan. Namun, tahukah Anda bahwa ada zat berbahaya yang tersembunyi di pakaian anak? Sehingga sebagai orang tua, Anda harus pandai memilih pakaian yang cocok dan aman untuknya agar kesehatan anak tetap terjaga.

Pada artikel ini Anda dapat mengetahui:
– Tips memilih pakaian anak
– Zat berbahaya yang tersembunyi di pakaian anak
– Peraturan pemerintah tentang label SNI pada pakaian anak

Pakaian bayi adalah salah satu benda yang langsung menempel pada tubuh sehingga sangat mengkhawatirkan jika ada bahan kimia yang berdampak buruk pada kesehatannya. Ingatlah, jangan tergoda oleh harga mahal dengan asumsi itu akan lebih aman. Anda dapat menerapkan tips memilih baju anak yang pernah kami posting sebelumnya. Berikut ini kami informasikan beberapa zat berbahaya yang tersembunyi di pakaian anak, antara lain sebagai berikut:

Kandungan Kadar Logam
Adanya kandungan logam yang diekstrak pada pakaian anak perlu diperhatikan oleh Anda sebagai orang tuanya. Kandugan logam ini umumnya ditemukan dalam produksi serat-serat pakaian yang gagal. Pemerintah melarang keras peredaran pakaian dari produk yang gagal ini. Peraturan pemerintah juga cukup jelas dengan memberikan batas kandungan logam yang terekskresi yang boleh beredar, termasuk kadmium 0,1 mg/kg, tembaga 25 mg/kg, timbal 0,2 mg/kg, dan nikel 1 mg/kg.

Kandugan AZO
Zat AZO adalah zat pewarna yang mengandung gugus N = N grup sebagai gugus pembawa warna. Jika senyawa AZO direduksi maka akan menghasilkan senyawa amina aromatik yang memicu pertumbuhan sel-sel kanker. Zat AZO juga mengandung aril amina yang cukup berbahaya bagi kesehatan kulit ketika zat ini terurai. Biasanya, AZO digunakan untuk memberikan pewarna pada pakaian yang umumnya berwarna cerah. Pemerintah sendiri telah mengeluarkan peraturan mengenai penggunaan zat AZO yaitu kurang dari 20 mg/kg.

Kandungan Fomaldehida
Zat Formaldehida adalah senyawa yang sangat mudah menguap dan banyak digunakan oleh perusahaan tekstil dan konveksi. Jika kandungan Formaldehida ini melebihi takaran, maka akan menyebabkan iritasi pada selaput lendir, peradangan, dan meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit. Pemerintah telah melarang penggunaan zat Formaldehida pada pakaian ini melebihi 20 mg/kg.

Dikutip dari Detik.com, dengan adanya Peraturan Menteri Perindustrian RI No 07/M-IDM/PER/2/2014 tentang Perberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi pakaian bayi dan anak per 17 Mei 2014, maka baik itu setiap produsen dan importir pakaian bayi Indonesia wajib untuk mencantumkan label SNI 7617:2013.

Dari beberapa zat berbahaya yang tersembunyi di pakaian anak yang kami uraikan di atas. Mengharuskan Anda untuk selalu waspada dan teliti saat membeli pakaian anak. Bagaimanapun, kesehatan anak adalah prioritas utama kita. Meski dampaknya belum terjadi saat ini, tetapi tidak ada salahnya untuk mengantisipasi sejak dini. Ingatlah, bukan hanya kesabaran yang dibutuhkan saat merawat anak, tetapi kejelian dari orang tua juga sangat dibutuhkan.

Memang, bukan hanya bahan kimia dalam pakaian yang perlu diawasi. Banyak pula bahan kimia berbahaya disekitarnya yang mengancam kesehatan anak, misalnya pada perlengkapan mandi dan makanannya. Jadi, pilihlah produk yang sehat dan aman untuk buah hati tercinta. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 + 3 =

%d bloggers like this: