5 Perubahan Emosional Setelah Melahirkan

Kehadiran sang buah hati yang selama ini sangat dinantikan oleh banyak pasangan suami istri menjadi sebuah anugerah terindah yang dikirim Tuhan untuk melengkapi keluarga kecil mereka. Namun, setelah melahirkan wanita akan merasakan perubahan pada dirinya, baik itu perubahan fisik maupun emosional. Bahkan terdapat 5 perubahan emosional setelah melahirkan yang perlu Anda ketahui sehingga bisa mengontrolnya dengan baik.

Pada artikel ini Anda dapat mengetahui:
– 5 perubahan emosional setelah melahirkan
– Tanda dan cara mengatasinya

Seperti yang diketahui, wanita akan merasa menjadi wanita sempurna jika mereka dapat melahirkan anak yang sehat tanpa kekurangan apapun. Perubahan fisik dan emosional setelah melahirkan adalah proses yang merubah seluruh sendi kehidupan seorang wanita. Berikut 5 perubahan emosional setelah melahirkan, di antaranya:

1. Rasa Puas
Setelah minggu pertama yang melelahkan, menuntut dan menegangkan, biasanya ada rasa puas pada diri orang tua. Rasa ini tumbuh dengan sendirinya seiring dengan kehadiran kasih sayang dan perasaan senang melihat perkembangan yang terjadi pada bayi. Pertumbuhan dan perkembangan luar biasa yang terjadi pada bayi akan menciptakan rasa bahagia yang menghilangkan semua beban dalam diri Anda.

2. Cemburu
Terkadang rasa ini timbul karena pusat perhatian pasangan dan keluarga besar hanya tertuju pada si bayi. Sehingga ibu merasa tidak lagi diperhatikan seperti sebelumnya. Cara terbaik mengatasi hal ini adalah berbicaralah dengan pasangan Anda secara terbuka. Jelaskan keinginan dan bantuan yang Anda harapkan dari pasangan Anda.

3. Baby blues syndrome
Dikutip dari Vemale.com, baby blues syndrome terjadi karena dipicu perubahan hormon setelah melahirkan. Sensitifitas yang dialami ibu akan membuat ia peka terhadap kebutuhan dan perasaan bayinya. Namun dalam hal negatif, baby blues syndrome akan membuat sang ibu mudah tersinggung, sedih dan khawatir.

Umumnya gejala baby blues syndrome menunjukkan tanda seperti merasa depresi, menolak bayi, kurang nafsu makan, merasa tidak berdaya, merasa kejam, tidak mau menyusui, merasa ingin bunuh diri, dan insomnia. Untuk mengatasi syndrome ini, dukungan pasangan dan keluarga yang amat besar yang paling dibutuhkan. Dalam beberapa kasus yang parah, melibatkan psikiater adalah pilihan yang baik.

4. Merasa terisolasi
Kehadiran bayi yang menggantungkan seluruh hidupnya pada keberadaan sang ibu, membuat Anda merasa terjebak dalam ruang dan waktu yang tidak berujung. Kondisi ini sering membuat hidup Anda terputus dari dunia luar. Untuk mengatasi kondisi ini, cobalah untuk berdamai dengan kondisi tersebut. Percayalah pada ikatan batin yang ada di antara bayi dan Anda layak untuk diperjuangkan.

5. Perubahan gaya hidup
Ketika Anda memutuskan untuk memiliki anak, maka Anda telah menandatangani kontrak kerja seumur hidup. Mulai saat itu juga perubahan demi perubahan akan terus berlanjut dalam hidup Anda. Tidak selalu perubahan tersebut mudah diterima, tetapi Anda harus mengantisipasinya dari awal. Misalnya dengan melakukan beberapa hal sebagai berikut:
– Menjalin pertemanan dengan orang-orang yang sudah memiliki anak
– Jangan terlalu khawatir tentang penampilan
– Sadari tanggung jawab Anda sebagai orang tua
– Cobalah untuk memiliki waktu istirahat yang cukup
– Jangan membebani diri Anda dengan tugas yang tidak perlu
– Komunikasikan semua dengan pasangan dan keluarga Anda
– Mintalah bantuan dari orang lain saat Anda membutuhkan bantuan
– Jangan menarik diri secara drastis dari aktivitas sebelumnya, tetapi lakukan secara bertahap.

Demikianlah, 5 perubahan emosional setelah melahirkan yang akan Anda rasakan setelah adanya kehadiran sang buah hati ke dalam hidup Anda. Meskipun hidup Anda berubah, tetapi nikmatilah setiap perubahan tersebut. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 1 =

%d bloggers like this: