Penyebab Produksi Keringat Berlebih Pada Bayi

Terkadang ibu baru khawatir ketika bayinya mengalami produksi keringat yang berlebih. Sebelum menyimpulkan bahwa keringat berlebih adalah sebuah kelainan pada bayi, sebaiknya Ada mengetahui penyebab produksi keringat berlebih pada bayi lebih dahulu sehingga Anda tidak salah kaprah dalam menyimpulkannya.

Pada artikel ini Anda dapat mengetahui:
– Tentang keringat bayi
– Penyebab produksi keringat berlebih pada bayi
– Cara pencegahan produksi keringat berlebih pada bayi

Pada dasarnya produksi keringat pada setiap anak itu berbeda-beda. Itu juga tergantung pada produksi kelenjar keringat yang ada di dalam tubuh si ibu-nya. Dikutip dari SindoNews.com, sejumlah orang percaya bahwa keluarnya keringat merupakan pertanda tubuh dalam kondisi sehat. Namun sebenarnya anggapan tersebut tidaklah selalu benar. Pasalnya, bayi yang mengeluarkan banyak keringat bisa menjadi kondisi kesehatan yang harus segera diatasi.

Berikut beberapa penyebab produksi keringat berlebih pada bayi:

1. Demam tinggi
Penyebab produksi keringat berlebih pada bayi adalah demam tinggi. Jika bayi demam maka biasanya bayi akan lebih banyak mengeluarkan keringat karena proses infeksi yang terjadi pada tubuh bayi yang memicu produksi keringat berlebih. Sehingga apabila bayi Anda demam sebaiknya berikan ia cairan agar tidak mengalami dehidrasi dan beri banyak waktu untuk ia beristirahat. Atau Anda juga bisa membaca 5 hal yang perlu dilakukan saat anak demam pada postingan kami sebelumnya.

2. Saluran keringat yang tersumbat
Produksi keringat berlebih pada bayi dapat juga terjadi apabila saluran keringatnya tersumbat. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya penumpukan sel-sel kulit. Apabila hal ini terjadi, segera konsultasikan pada dokter Anda untuk mendapatkan penanganan terbaik sehingga saluran keringat bayi berjalan normal kembali.

3. Metabolisme tubuh bayi
Pada dasarnya keringat berlebihan adalah pertanda baik karena kelenjar dapat berfungsi dengan sempurna. Keringat dapat mengeluarkan atau membuang sisa-sisa garam yang tidak dibutuhkan bayi Anda. Selain itu, produksi keringat berlebih ini bisa menjadi pertanda bahwa tubuh bayi sedang mengolah susu yang dikonsumsinya menjadi protein sebagai pasokan energi di dalam tubuh bayi. Proses ini juga menyebabkan tubuh membutuhkan kalori dan meningkatkan panas yang akan dibuang menjadi keringat.

4. Pertanda gangguan kondisi bayi
Keringat adalah tanda gangguan kondisi pada bayi yang disertai dengan keluhan seperti kerewelan, kehilangan nafsu makan, lemah dan insomnia. Beberapa gangguan sering dikaitkan, antara lain, alergi yang sangat peka terhadap cuaca panas.

Setelah mengetahui beberapa penyebabnya di atas, Anda dapat mengambil tindakan pencegahan dengan cara sebagai berikut:
1. Jagalah kenyamanan lingkungan bayi Anda. Kamar bersih dan tidak menempatkan bayi di ruang kamar yang lembab.
2. Jangan meletakkan bedak pada kulit bayi yang basah karena akan memicu biang keringat.
3. Menggunakan pakaian yang menyerap keringat dan pakaian yang tidak ketat.
4. Selalu menjaga kebersihan tubuh bayi dengan mandi teratur agar tidak banyak mengeluarkan keringat.

Nah, itu hanya beberapa penyebab produksi keringat berlebih pada bayi sekaligus cara pencegahannya. Ketika hal ini terus dialami bayi, segera bawa ke dokter terdekat agar ia sesegera mungkin mendapatkan penanganan terbaik. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 + 13 =

%d bloggers like this: