Seputar Mata Juling Pada Anak

Memiliki buah hati yang sehat dan ceria adalah sebuah hadiah terindah dari Tuhan untuk setiap pasangan yang menikah. Anak yang sehat akan terlihat dari fisiknya yang sempurna, namun tidak jarang ada masalah yang terjadi pada mata anak, seperti misalnya juling. Jika si kecil terlihat memiliki mata juling sebaiknya ketahui seputar mata juling pada anak agar Anda bisa memberikan perawatan terbaik untuknya.

Pada artikel ini Anda dapat mengetahui:
– Pengertian mata juling
– Tanda mata juling
– Penyebab mata juling
– Cara penangan mata juling

Pengertian Mata Juling
Mata juling adalah salah satu bentuk dari 3 jenis kelainan mata pada anak, dalam hal istilah kedokteran mata juling disebut strabismus. Mata juling ini merupakan suatu keadaan dimana kedua bola mata tidak simestris (letak kornea mata yang satu dengan kornea mata yang lainnya tidak sama).

Tanda Mata Juling
Ketika bayi berusia 2 hingga 3 bulan, mata bayi akan mulai bergerak dan fokusnya akan lebih baik. Bayi juga mulai menjangkau benda-benda di sekitar mereka yang ditempatkan di jarak visual bayi dengan menggeser pandangan tanpa menggerakkan kepala. Sampai usianya 4 bulan, cukup normal jika hanya satu mata yang bergerak keluar dan ke dalam atau tidak selaras. Akan tetapi, jika mata bayi tidak lagi selaras yang benar-benar parah atau konstan, hubungi dokter mata Anda segera untuk melihat kemungkinan menyipitkan mata.

Setelah bayi berusia lebih dari 4 bulan, amati kondisi mata bayi apakah pada satu waktu, kedua mata bergerak bersama (binokular) atau hanya satu mata yang bergerak (monokular). Ini bisa menjadi pertanda jika si kecil mengalami gangguan mata juling.

Penyebab Mata Juling
Tidak diketahui dengan pasti penyebab mata yang juling, akan tetapi dikutip dari Okezone.com, kemungkinan hal ini terkait dengan gangguan genetik. Risiko mata juling akan meningkat pada anak-anak dengan kondisi tertentu, seperti kelahiran prematur, hidrosefalus, down sindrom, cedera kepala, dan tumor otak. Kondisi mata yang juling juga dapat dipicu oleh gangguan penglihatan, seperti rabun jauh atau katarak.

Cara Penangan Mata Juling
Ada beberapa cara penanganan yang umumnya dianjurkan untuk mengatasi mata juling pada anak, yaitu:

1. Jika mata juling masih tergolong ringan, Anda dapat memberikan si kecil kacamata untuk membantu penglihatanya.

2. Anda dapat memberikannya penutupan mata sementara selama beberapa minggu hingga beberapa bulan pada mata dominannya untuk merangsang mata yang lebih lemah. Dengan harapan penutup mata tersebut dapat membuat mata bergerak dengan kecepatan dan arah yang sama.

3. Kemungkinan operasi otot mata dapat dilakukan lebih dari satu kali dan anak kemungkinan masih harus menggunakan kacamata.

4. Diperlukan obat tetes mata untuk membantu memperbaiki pandangannya yang kabur.

5. Melakukan olahraga mata untuk melatih kemampuan otot mata dalam menyesuaikan fokus penglihatan dan membantu menyeimbangkan pergerakan bola mata.

Salah satu cara melatih otot mata adalah dengan pensil. Tempatkan pensil sekitar 30 cm di depan mata anak, minta anak untuk memfokuskan penglihatan pada satu titik di ujung pensil, lalu gerakkan pensil ke dekat hidung dan tarik kembali menjauh dari hidung. Latihan ini dapat dilakukan selama beberapa menit, tetapi hentikan jika si kecil merasa tidak nyaman.

Jangan meremehkan kondisi mata juling pada anak-anak. Dengan mengetahui tanda awal, pengobatan dapat dilakukan sesegera mungkin. Secara umum, mengatasi mata juling pada anak-anak ketika lebih muda, hasilnya akan lebih baik daripada ketika ia telah dewasa.

Jika anak memiliki tanda dan gejala mata juling, segeralah berkonsultasi dengan dokter spesialis mata untuk mendapatkan perawatan mata juling pada anak-anak. Jangan menunda pemeriksaan karena dapat menyebabkan masalah penglihatannya. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three + sixteen =

%d bloggers like this: