Kenali Gejala Anak yang Mengalami Depresi

Umumnya banyak yang beranggapan bahwa masalah ‘depresi’ hanya akan dialami oleh remaja dan dewasa saja, padahal anak-anak pun bisa mengalami hal demikian. Anggapan ini mungkin dikarenakan dunia anak-anak yang tampak penuh kesenangan, bahkan banyak dari kita pernah membayangkan ingin kembali ke masa anak-anak karena penat dengan berbagai masalah hidup yang ada. Sebagai orang tua, kenali gejala anak yang mengalami depresi sangat penting agar masalah ini bisa segera Anda atasi.

Pada artikel ini Anda dapat mengetahui:
– Tentang depresi
– Faktor penyebab depresi
– Perilaku anak yang menunjukkan gejala depresi
– Solusi terbaik untuk Anda dan anak

Anak-anak dapat mengalami depresi karena faktor lingkungan, sekitar atau bahkan bisa saja karena sikap orang tua yang cenderung menekan si kecil. Biasanya, anak akan memberikan karakteristik kecenderungan takut untuk melihat atau menatap Anda saat berbicara. Dalam beberapa kasus, anak akan cenderung menghindari dan malas untuk menjawab beberapa pertanyaan dari orang tuanya. Pada tahap ini, anak sedang melewati fase stres yang biasanya akan segera hilang jika orang tua ingin membuka dan memberi perhatian lebih pada si anak. Satu hal yang pasti, jangan memaksakan anak membicarakan masalah mereka karena justru bisa membuat mereka lebih tertekan. (Baca Juga: Penyebab dan Cara Meredakan Stres Pada Anak)

Anda harus lebih hati-hati melihat anak yang menunjukkan gejala depresi sehingga Anda bisa memberikan solusi yang tepat untuk anak Anda. Berikut ini beberapa perilaku anak yang menunjukkan gejala depresi yang perlu Anda ketahui:

1. Mengalami gangguan tidur seperti kurang tidur atau terlalu banyak tidur yang terjadi setiap hari.

2. Dikutip dari Detik.com, anak bisa kehilangan ketertarikan dan minat dalam kegiatan yang biasanya dia sukai.

3. Cenderung lebih mudah tersinggung atau bahkan mengamuk.

4. Kesulitan berkonsentrasi mengakibatkan penurunan secara drastis dalam prestasi di sekolah.

5. Sering merasa sedih dan hampa karena menganggap hidupnya tidak berarti.

6. Membuang barang-barang favoritnya, dan sering mengatakan jika orang lain lebih baik tanpanya.

7. Adanya keluhan fisik seperti sakit perut atau sakit kepala.

8. Terlihat lemah dan loyo karena banyak kehilangan energi akibat menangis.

9. Nafsu makan meningkat karena mencoba menenangkan diri atau nafsu makan menurun karena marasa semua makanannya tidak enak.

10. Mengalami kecemasan disertai dengan perilaku sering mondar-mandir secara berlebihan.

11. Kesulitan berinteraksi dengan orang lain sehingga menarik diri dari lingkungan sosial.

12. Membuat komentar yang kritis dan sinis tentang diri mereka sendiri karena mengalami pesimis, kesal dan superfluititas.

13. Tertarik pada kematian yang tidak biasa seperti ingin bunuh diri.

Ketika anak menunjukkan perilaku seperti di atas, segera cari penyebabnya sehingga Anda tahu cara mengatasinya. Jika Anda tidak dapat menanganinya sendiri, mintalah dukungan keluarga atau segera bawa ke spesialis yang memahami masalah seperti ini. Anak-anak membutuhkan perhatian, dukungan, pendekatan, dan semangat untuk keluar dari masalahnya. Tetaplah di sampingnya agar dia tetap merasa bahwa Anda menyayanginya. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen − sixteen =

%d bloggers like this: