Pengaruh Rhesus Darah Pada Kehamilan

Kebanyakan orang lebih mengetahui sistem penggolongan darahnya saja dibanding sistem rhesus yang dimilikinya. Padahal hal ini juga termasuk penting khusus bagi yang sedang melakukan program kehamilan, karena terdapat pengaruh rhesus darah pada kehamilan yang bisa berpengaruh terhadap kesehatan dan tumbuh kembang sang buah hati. Maka dari itu Anda wajib menyimak yang kami rangkumkan di bawah ini.

Dalam artikel ini Anda dapat mengetahui:
– Pentingnya mengetahui rhesus
– Faktor golongan rhesus
– Hubungan rhesus terhadap kehamilan dan janin
– Cara pencegahan

Rhesus merupakan kadar protein khusus (Antingen D) pada permukaan sel darah merah. Protein Rhesus tersebut adalah sesuatu yang berasal dari faktor keturunan. Sehingga sangat disarankan Anda dan pasangan Anda melakukan pemeriksaan medis pra kehamilan, hal ini penting untuk mengetahui kompatibilitas rhesus dan pengaruhnya terhadap ibu dan janin. Di bawah ini adalah beberapa faktor yang mungkin terjadi tentang golongan rhesus Anda:

– Anda akan mendapat Rh positif, jika ayah Anda memiliki Rh positif dan ibu Anda juga memiliki Rh positif,

– Anda akan mendapat Rh negatif, jika ayah Anda memiliki Rh negatif dan ibu Anda juga memiliki Rh negatif,

– Lain halnya jika ayah Anda memiliki Rh positif dan ibu Anda memiliki Rh negatif, maka Anda akan memiliki dua kemungkinan. Bisa jadi rhesus Anda seperti ayah atau bisa juga seperti rhesus ibu.

Hubungan Rhesus Darah Terhadap Kehamilan dan Bayi
Sebenarnya faktor Rh tidak secara langsung mempengaruhi kesehatan. Namun, Rh sangat berpengaruh pada wanita hamil. Dikutip dari Alodokter.com, masalah mungkin terjadi apabila ibu berbeda rhesus dengan janin yang dikandungnya. Khususnya bila ibu memiliki rhesus negative dan sang janin rhesus positif, maka tubuh ibu akan memproduksi antibody yang bisa membahayakan janin. Jika kondisi Anda dan janin seperti itu, maka darah tidak dapat bercampur dengan darah janin, sampai Anda melahirkan.

Cara Pencegahan
1. Lakukan pemeriksaan golongan darah dan rhesus pada awal kehamilan. Jika sudah tahu Rh Anda negatif segera cari informasi rumah sakit dan dokter mana yang bisa menangani kehamilan Anda.

2. Wanita hamil dengan Rh negatif akan diperiksa darahnya apakah telah berbentuk antibodi anti-Rh telah terbentuk dalam darahnya untuk terapi pengobatan lebih lanjut.

3. Jika belum ada antibodi yang terbentuk, biasanya disarankan untuk menyuntikkan imunoglobulin anti-Rh (Rho-GAM) pada kehamilan usia 28 minggu dan dalam 72 jam setelah melahirkan. Rho-GAM akan menghancurkan sel darah merah janin yang beredar dalam darah ibu sebelum sel darah merah itu memicu pembentukan antibodi yang dapat menyerang ke dalam sirkulasi janin. Karena suntikan ini hanya bekerja untuk jangka waktu tertentu, maka perlu disuntikkan kembali setiap kali ibu Rh negatif hamil. Rho-GAM juga diberikan dalam kasus Rh negatif dengan abortus (keguguran), kehamilan ektopik (kehamilan diluar rahim), dan terminasi kehamilan.

4. Jika ibu menunjukkan tingkat antibodi yang sangat tinggi dalam darahnya, penanganan khusus terhadap janin yang dikandungnya, seperti :

– Scanner ultrasound, untuk memeriksa masalah pernapasan dan sirkulasi, cairan paru-paru, atau pembesaran hati, yang merupakan gejala penderitaan bayi karena sel darah merah yang rendah.

– Melakukan pemeriksaan amniosentesis secara berkala untuk memeriksa tingkat anemia dalam darah bayi.

– Jika dirasa usia janin cukup kuat untuk dibesarkan di luar rahim maka akan dilakukan persalinan lebih dini dan diikuti oleh penggantian darah janin dari donor yang tepat.

– Namun, akan dilakukan transfusi darah terhadap janin yang masih dalam kandungan, apabila janin tidak cukup kuat untuk dibesarkan di luar rahim.

Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa beda rhesus darah antara si ibu dengan janin bisa berakibat fatal bagi janin. Sehingga sangat penting untuk Anda mengenali rhesus darah. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight − one =

%d bloggers like this: