Langkah-Langkah Menghilangkan Trauma Anak

Trauma adalah suatu gangguan psikologis yang disebabkan oleh pengalaman emosional yang menyakitkan, menyedihkan atau mengejutkan yang terjadi di masa lalu yang menimbulkan efek mental yang berkelanjutan. Jika hal ini terjadi pada anak Anda, segera lakukan langkah-langkah menghilangkan trauma anak sehingga anak melupakan traumanya karena trauma merupakan luka yang mampu merubah hidup dan kepribadian seseorang.

Dalam artikel ini Anda dapat mengetahui:
– Apa itu trauma?
– Hal-hal yang diakibatkan trauma
– langkah-langkah menghilangkan trauma

Dikutip dari CNNIndonesia.com, tidak dipungkiri bahwa peristiwa-peristiwa buruk seperti bencana lain atau kriminalitas dapat menimbulkan trauma, peristiwa tersebut akan terus terekam dalam pikirannya dan sangat sulit dihilangkan. Trauma yang terjadi pada anak sebenarnya dapat dideteksi dini oleh kedua orang tuanya atau orang terdekatnya. Sebelum trauma semakin berlanjut dan mengganggu kepribadiannya, di bawah ini langkah-langkah menghilangkan trauma anak yang harus Anda lakukan:

1. Jauhkan hal-hal dari penyebab trauma
Hal yang pertama yang harus Anda lakukan adalah menjauhkan anak dari hal-hal penyebab traumanya, karena jika tidak hal ini hanya akan membuat traumanya semakin parah akibat ia mengingat apa yang terjadi itu sehingga membuat anak merasa takut dan stress.

2. Anak perlu mendapat perhatian khusus
Setelah trauma, anak cenderung lebih bergantung pada orang tua, terutama ibu. Jadi Anda sebagai seorang ibu harus meluangkan waktu untuk anak Anda. Berikan anak pelukan agar ia merasa lebih aman dan nyaman. Jika mereka takut tidur, Anda bisa menyalakan lampu kamar anak atau membiarkan anak tidur bersama Anda. Ini wajar bagi anak-anak untuk selalu dekat dengan Anda sepanjang waktu.

3. Bicaralah dengan anak
Dengarkan cerita anak dan pahami perasaan mereka, berikan jawaban yang jujur ​​dan mudah kepada anak jika dia bertanya. Jika anak terus mengajukan pertanyaan yang sama, berarti dia bingung dan sedang mencoba memahami apa yang terjadi. Gunakan kata-kata yang membuat anak nyaman, dan menghindari menggunakan kata-kata yang bisa membuatnya takut. Bantu anak dalam mengekspresikan apa yang mereka rasakan dengan baik.

4. Jangan mengisolasi anak
Terkadang anak akan menunjukkan gejala trauma dengan menyendiri atau tidak suka dengan orang lain, maka jangan biarkan anak terus seperti ini. Bawa anak keluar dari kamar, ruang bermain atau rumah Anda. Tunjukkan hal-hal menarik yang bisa ditemukan anak jika mereka keluar dari lingkungan yang nyaman. Orang tua juga seharusnya tidak membuat anak selalu berada dalam kondisi dan situasi yang sama sehingga anak menjadi pemalu, jika hal ini terjadi sebaiknya Anda segera membaca tips menghadapi anak introvert agar anak tidak semakin memiliki kepribadian pemalu dan menutup diri.

5. Pahami reaksi anak terhadap trauma
Reaksi anak terhadap trauma berbeda-beda, memahami dan menerima reaksi anak ini dapat membantu anak pulih dari trauma. Anak mungkin bisa bereaksi dengan cara yang sangat sedih dan marah, tidak dapat berbicara, dan mungkin bersikap seolah-olah tidak ada yang pernah terjadi padanya. Beri anak perngertian bahwa perasaan sedih dan kecewa adalah perasaan alami yang mereka rasakan saat ini.

6. Biarkan anak bersama orang lain
Pengembangan lingkungan sosial yang baik bagi anak sangat penting sebagai cara untuk menghilangkan trauma anak. Biarkan anak Anda memiliki lingkungan sosial yang baik. Tidak hanya di rumah tetapi juga di sekolah dan lingkungan sekitarnya. Jika anak itu bersama pengasuh atau orang lain, maka amati apakah sikap anak tulus atau tidak. Mengajak anak bersosialisasi bisa menjadi cara mendidik anak agar cerdas.

Demikianlah langkah-langkah menghilangkan trauma anak, terapkan semuanya dengan penuh kasih sayang agar anak dapat merasa nyaman untuk mengutarakan rasanya. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × one =

%d bloggers like this: