Cermati Kelainan Kaki si Kecil Sejak Dini

Kaki adalah salah satu organ tubuh yang berfungsi untuk mendukung tubuh dalam melakukan gerakan. Kelainan kaki pada si kecil umumnya berdampak langsung pada lambatnya perkembangan fisik bayi terutama terkait dengan kemampuannya untuk melakukan keterampilan tahapan dasar tumbuh kembang si kecil. Jangan terlambat, cermati kelainan kaki si kecil sejak dini karena hal ini penting untuk masa depan anak Anda.

Dalam artikel ini Anda dapat mengetahui:
– Fungsi kaki
– Beberapa tahap perkembangan bayi
– beberapa kelainan kaki si kecil

Dalam tumbuh kembang si kecil, terdapat 10 tahap penting perkembangan bayi, misalnya tengkurap, merangkak, berjalan dan sebagainya. Semua merupakan tahapan yang paling membahagiakan bagi kedua orang tua untuk selalu senantiasa menemani tumbuh kembangnya. Namun, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan terjadi, di bawah ini beberapa kelainan kaki si kecil yang perlu Anda waspadai:

Perbedaan Panjang Tungkai
Efek dari perbedaan panjang tungkai pada si kecil akan muncul dalam jangka panjang, yaitu kesulitan berjalan hingga nyeri punggung bagian bawah. Cara mengetahuinya dengan mengukur panjang secara detail dari pinggul sampai kaki. Jika perbedaan panjangnya kurang dari 2 cm, tidak ada tindakan khusus yang diperlukan. Jika bedanya 2-5 cm, biasanya si anak akan memakai sepatu khusus (shoe lift). Akan tetapi kalau bedanya lebih dari 5 cm, biasanya akan dioperasi untuk memotong tulang yang lebih panjang.

Kaki X dan O
Menurut Okezone.com, ini merupakan jenis gangguan pertumbuhan tulang kaki yang menyebabkan terjadinya pergeseran rotasi pada persendian antara tulang lutut dan tulang paha. Sehingga sudut yang terbentuk menjadi tidak normal, lebih dari 8 derajat. Akibatnya ketika si kecil berdiri titik tumpu beratnya tidak terletak antara jari kaki pertama dan kedua seperti halnya kaki normal. Inilah yang membuat si kecil mudah sekali merasa kelelahan saat berjalan.

Kaki Melengkung
Kondisi kaki melengkung disebabkan oleh posisi bayi di dalam rahim. Ketika ia mulai berjalan, sekitar usia 9 sampai 17 bulan, tulang-tulang kakinya akan mulai berubah saat mereka mulai dibutuhkan untuk menopang berat badannya. Setelah 6 bulan berjalan, anak akan memiliki bentuk kaki yang normal dan lurus. Namun, ada juga beberapa kasus bentuk kaki melengkung yang merupakan indikasi kelainan kaki. Jika setelah anak bisa berjalan kaki, bentuk kaki si kecil masih tetap melengkung, segera konsultasikan dengan dokter anak Anda.

Talipes (Club Foot)
Talipes adalah kelainan lahir dengan ciri kaki bayi yang menunjuk ke bawah dan berputar ke dalam. Secara klinis, hal ini terjadi karena kurang sempurnanya pembentukan di trimester pertama kehamilan, sehingga mengakibatkan kompresi di dalam kandungan, ataupun kelainan otot dan sendi. Kasus seperti ini akan jauh lebih baik jika terdeteksi dan ditangani lebih awal, sejak bayi baru berumur 1 sampai 2 minggu dengan cara digips selama 2 sampai 3 bulan.

Flat Foot
Semua bayi terlahir dengan kaki yang datar. Bentuk ini akan bertahan sampai anak mulai sekolah (sekitar usia 5 tahun). Namun, jika Anda khawatir dengan bentuk telapak kaki anak yang datar, Anda bisa berkonsultasi ke dokter. Umumnya, tidak ada perawatan untuk bentuk ini, akan tetapi jikalau perlu, sol sepatu khusus bisa dimasukkan ke dalam sepatu anak untuk merangsang terbentuknya ‘arch’ (bagian melengkung di telapak kaki). Arch berfungsi untuk menjaga agar bobot anak tetap tertopang pada kedua telapak kakinya.

Cermat dan teliti mendeteksi kelainan kaki pada si kecil. Jika diketahui ada gejala dan ciri-ciri kelainan kaki, Anda dapat segera membawanya untuk mendapat penanganan terbaik dari dokter, agar kaki anak berjalan normal sebagaimana seharusnya ia berjalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 5 =

%d bloggers like this: