Migrain pada Anak

Ternyata migrain bukan menyerang orang dewasa juga, melainkan juga menyerang anak kecil. Perlu Anda ketahui, migrain pada anak merupakan pola sakit kepala akut yang paling sering dialami oleh si kecil. Ketika anak usia dini atau sebelum puber, migrain kerap terjadi pada anak laki-laki. Namun saat beranjak remaja, migran lebih banyak terjadi pada anak perempuan. Ketika dewasa, wanita tiga kali lebih mungkin menderita migrain dibandingkan pria dewasa.


Anda mungkin khawatir bahwa migran pada anak menjadi pertanda adanya masalah yang lebih serius, seperti tumor otak, meskipun hal ini tidak berlaku untuk kebanyakan kasus sakit kepala anak. Meskipun sekitar setengah dari anak-anak yang menderita migrain akan terus mengalami keluhan ini saat mereka dewasa, migrain bukanlah kelainan serius atau mengancam jiwa.

Anda bisa mencari tahu gejala migrain anak dan mencari perawatan di artikel ini, sehingga Anda bisa membantu anak merasa lebih baik.

Gejala Migrain pada Anak
Gejala migrain anak sedikit berbeda dibanding orang dewasa. Inilah penjelasannya:
– Sakit kepala sering mempengaruhi seluruh kepala tidak hanya satu sisi, tapi mungkin rasa sakit terasa lebih terpusat pada satu sisi
– Rasa sakit berdenyut, serangan yang lebih pendek dan pendek, terkadang berlangsung kurang dari 1 jam, sering membaik dalam dua sampai empat jam
– Sakit kepala bisa bertambah parah jika anak melakukan aktivitas ringan sekalipun
– Sakit kepala mungkin hilang, tapi anak mungkin merasa tidak sehat atau sakit dan ini mungkin lebih buruk daripada sakit kepala. Terkadang, keluhan demam atau tidak enak badan menandakan akhir serangan migrain seorang anak dan bisa memberi kelegaan.
– Mengeluh sakit perut tanpa sakit kepala
– Seringkali mabuk kendaraan
– Sakit kepala bisa datang sangat tiba-tiba, dan anak mungkin merasa sakit parah dalam waktu kurang dari 15 menit
– Lemah dan lesu
– Penglihatan kabur
– Sensitif terhadap cahaya dan suara
– Kepala berkunang
– Mual muntah dan terlihat pucat
– Kurang nafsu makan

Penyebab Migrain pada Anak
Kebanyakan anak mengalami sakit kepala karena sakit, infeksi, atau demam. Namun migrain adalah cerita yang berbeda. Dokter tidak tahu persis apa yang menyebabkan migrain, meski mereka tahu bahwa migrain dikaitkan dengan perubahan ukuran arterial di dalam dan di luar otak, serta struktur kimia di otak. Dalam banyak kasus, migrain saat masa kanak-kanak merupakan kondisi turunan dalam keluarga. Jika salah satu orang tua memiliki riwayat migrain, anak tersebut memiliki kemungkinan 50% terkena migrain, dan jika kedua orang tua memiliki riwayat migrain, risiko anak tersebut melonjak menjadi 75 persen.

Dalam banyak kasus migran anak dan remaja, sakit kepala dipicu oleh faktor eksternal. Pemicu ini bisa bervariasi untuk setiap anak. Beberapa pemicu migrain paling umum meliputi:

1. Stres emosional
Penderita migrain umumnya sangat terpengaruh oleh stres. Emosi yang ditimbulkan saat stres, seperti kecemasan, khawatir, dan kelelahan bisa meningkatkan ketegangan otot dan pelebaran pembuluh darah, sehingga meningkatkan keparahan sakit kepala migrain.

2. Pola tidur
Beberapa anak mungkin terkena migrain jika pola tidur mereka terganggu. Ini bisa termasuk tidur terlalu banyak, dan juga kurang tidur. Menetapkan jadwal bangun pagi dan tidur malam yang teratur dapat membantu menghindari serangan.

3. Pola makan
Melewatkan makanan atau mengonsumsi makanan ringan bergula dapat menyebabkan serangan migrain. Keduanya menurunkan kadar gula darah dan bisa menyebabkan migrain. Dengan rutin makan biasa sebanyak tiga kali dipercaya bisa membantu.

4. Aktivitas harian
Bagi beberapa anak, latihan fisik mendadak, seperti berlari, bisa memicu serangan migrain. Cahaya dari layar komputer, ponsel, dan TV bisa memicu migrain. Berada di ruangan dengan lampu terang atau suara keras juga memicu migrain anak. Perubahan cuaca seperti badai hujan, angin kencang, atau perubahan ketinggian juga bisa memicu migrain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen − eight =

%d bloggers like this: