Dampak Kekurangan Zat Besi pada Anak

Kandungan zat besi memiliki peranan yang begitu penting bagi tubuh kita, yakni mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh serta mengangkut elektron untuk proses pembentukan energi di dalam sel. Bukan hanya orang dewasa saja yang membutuhkan zat besi, namun anak kecil maupun balita juga sangat membutuhkannya. Bagaimana kalau sampai tidak terpenuhi? Maka bahayanya akan ada dampak kekurangan zat besi pada anak yang patut diwaspadai.

Kekurangan zat besi membuat tubuh tidak bisa memproduksi hemoglobin yang berguna untuk membawa oksigen ke setiap jaringan tubuh. Bukan hanya itu, fungsi tubuh anak secara keseluruhan akan terganggu, seperti gangguan pertumbuhan mental dan fisik. Berikut ini beberapa dampak yang timbul akibat kurangnya kandungan gizi pada anak:

1. Kulit pucat
Kekurangan zat besi pada anak membuat kulitnya terlihat tidak segar dan cenderung pucat karena kekurangan darah. Hal ini patut dicurigai karena beresiko memicu anemia pada anak yang tentu saja mengganggu kesehatan si kecil.

2. Menurunnya Kemampuan Kognitif dan Perkembangan Sosial
Kemampuan anak dalam berpikir diyakini menurun karena kekurangan zat besi. Hal ini juga menyulitkan anak tumbuh di lingkungan sosial karena kelakuannya yang kerap terlihat murung dan malas bermain karena mudah lelah.

3. Kelelahan atau Lemas
Kelelahan dan lemas mudah terjadi pada anak-anak dengan kekurangan zat besi dalam tubuhnya. Hal ini juga mempengaruhi terganggunya aktivitas sehari-hari anak, karena tidak bisa maksimal.

4. Suhu Tubuh Tidak Stabil
Gejala selanjutnya adalah suhu tubuh anak menjadi tidak stabil. Terkadang naik, namun kadangkala juga turun. Hal ini tentu akan membuat tubuh anak tidak nyaman. Anak akan merasa demam karena badannya yang panas dan dingin.

5. Gangguan Mental, Motorik, dan Perilaku
Karena kekurangan zat besi bisa mengganggu pertumbuhan, hal itu juga bisa mempengaruhi keadaan mental, motorik, dan perilaku anak. Pertumbuhan bisa terhambat sehingga bisa tertinggal oleh teman-temannya yang sudah memiliki kondisi mental dan kemampuan motorik yang lebih baik. Tentu jika dibiarkan tidak terkendali, akan lebih buruk lagi.

6. Mengalami Infeksi
Anak juga akan menjadi mudah terinfeksi jika kandungan zat besi dalam tubuhnya tidak tercukupi. Hal ini bahkan bisa terjadi berulang kali. Setelah pulih, anak mungkin akan mengalaminya kembali. Jadi cobalah untuk menghindari anak tidak terjatuh atau sering terluka.

7. Hilang Nafsu Makan
Tubuh yang lemah sering mengakibatkan hilangnya nafsu makan pada anak. Anak tidak mau makan, apalagi makan nasi. Biasanya anak-anak lebih memilih makanan ringan sehingga ada kemungkinan kekurangan nutrisi karena zat besi yang tidak ada dalam makanan tersebut.

8. Letargi (tidak fokus dan sigap)
Anak juga terlihat tidak fokus pada apa yang sedang dilakukannya. Selain itu, ia juga tidak cepat dan gesit saat terjadi sesuatu yang tak terduga atau saat dimintai tolong.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − 12 =

%d bloggers like this: