Fakta Ubun-Ubun Bayi

Ubun-ubun atau fontanel dalam istilah kedokterannya merupakan bagian kecil dari kepala bayi yang bentuknya sangat lunak. Fontanel muncul karena setelah beberapa bulan melahirkan, tulang kepala bayi belum saling terhubung. Meski begitu, posisinya sudah terbentuk berdampingan dan rapih. Meski terlihat sangat rapuh, ubun-ubun tersebut sebenarnya cukup kuat karena dilindungi oleh selaput, yaitu lapisan tipis jaringan yang menutupi permukaan. Bahkan jika jari si kecil menusuknya, ubun-ubun itu tidak akan terluka.

Apa Kegunaan Ubun-Ubun yang Lunak?
Selain menyederhanakan proses kelahiran, juga agar otak bisa berkembang dengan optimal. Seperti diketahui perkembangan otak paling cepat terjadi pada tahun pertama kehidupan. Untuk itu, ruang antara ruang kepala yang ada akan memudahkan perkembangan jaringan otak. (Baca juga: Mengenal Spina Bifida pada Bayi)

Apa Ubun-Ubun Bisa Dijadikan Indikasi Kesehatan Bayi?
Ada dua jenis ubun-ubun yakni fontanel anterior dan fontanel posterior. Anterior Fontanel adalah ubun-ubun yang ada di bagian atas kepala bayi. Lebarnya mencapai sekitar 5 cm. Lokasinya yang mudah terlihat membuat ubun-ubun ini digunakan sebagai acuan kondisi bayi. Contohnya yaitu bayi yang mengalami kehilangan cairan terlihat dari kondisi anterior fontanel yang melorot ke bawah. Jika ini terjadi, tidak perlu menunggu lagi, segera bawa bayi ke dokter. Selain itu, fontanel yang menonjol mungkin terus menunjukkan peningkatan tekanan di dalam kepala. Pertolongan dan bantuan dokter sangat diperlukan.

Sedangkan, Fontanel posterior terletak di belakang kepala. Bentuknya seperti segitiga dengan diameter kurang dari 1,25 cm. Tidak seperti fontanel anterior, fontanel posterior tidak mudah terlihat oleh mata awam, dan biasanya tertutup pada usia 40 hari.

Ubun-ubun Menutup Terlalu Cepat
Banyak yang beranggapan, semakin cepat ubun-ubun menutup, maka semakin baik. Sebenarnya, itu justru berbahaya. Biasanya, ubun-ubun akan mentutup pada usia 6-20 bulan. Jika di bawah umur itu sudah tertutup, tulang yang terhubun akan ditutup juga. Craniosynostosis, istilahnya. Cranio berarti tulang tengkorak sementara syn berarti bergabung, dan ostosis yang berarti tulang. Ubun-ubun yang cepat menutup bisa dideteksi melalui bentuk kepala yang tidak normal. Hal ini terjadi karena pertumbuhan kepala cenderung mengarah pada tulang fontanel yang menutup belakangan. Keunikan bentuk kepala juga bisa bervariasi, tergantung pada ubun-ubun mana yang ditutup terlebih dahulu. Jika di depan dulu maka kepala menjadi panjul.

Cara Mendeteksinya:
Sebenarnya kelainan ini bisa dideteksi sejak dini, tepatnya saat anak tersebut lahir. Berhati-hatilah jika kepala bayi terlihat lebih kecil dari pada tubuh. Karena kepala normal umumnya terlihat lebih besar, karena keliling lingkar luar kepala sama dengan lingkar dada. Di sinilah pentingnya mengukur lingkar kepala bayi yang dilakukan selama bulan per bulan. Melalui pemantauan berkala, kelainan lingkar kepala dan proses pertumbuhan dapat terdeteksi, baik jika kepala terlalu besar (misalnya karena hidrosefalus) atau terlalu kecil (karena kraniosynostosis). Dokter juga umumnya akan melakukan pengecekan diameter ubun-ubun. Juga ada atau tidak adanya denyutan sebagai tanda pembuluh darah di bawahnya. Jika curiga ada masalah, dokter akan melakukan tes lebih lanjut melalui CT Scan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine + six =

%d bloggers like this: