Persyaratan Ikut Donor ASI

Bagi sebagian ibu, berbagi air susu ibu (ASI) ke bayi selain anak mereka sendiri bisa terasa aneh. Namun, praktik berbagi ASI ini semakin meluas dan dapat membawa manfaat bagi bayi yang membutuhkan, seperti bayi yang lahir dengan berat badan rendah. Pada kesempatan kali ini kami membahas persyaratan ikut donor ASI yang perlu diketahui.

Pada artikel ini Anda akan mengetahui :
– Tentang ASI
– Persyaratan untuk mengikuti donor ASI

ASI adalah makanan alami terbaik untuk bayi. Kesadaran ibu di Indonesia memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan mulai meningkat berkat kampanye yang sangat besar dari berbagai pihak. Namun kenyataannya dikutip dari Liputan6.com ada beberapa kasus ibu yang tidak dapat menyusui karena berbagai alasan, salah satunya karena penyebab produksi ASI keluar sedikit. Di sinilah donor ASI bisa menjadi solusi.

Dan untuk Anda yang berniat untuk mendonorkan ASI-nya, maka Anda harus memenuhi beberapa persyaratan kesehatan di bawah ini, sebagai berikut:

Ibu Pendonor Haruslah:
1. Bersedia menjalani tes darah untuk menentukan kondisi kesehatannya dan berada dalam kesehatan yang baik
2. Tidak secara teratur mengonsumsi obat-obatan herbal atau suplemen
3. Ketika mulai memberikan donor ASI, ibu pendonor juga harus memiliki bayi di bawah usia 6 bulan
4. Ketika bayi kandung atau ibu pendonor sedang pilek, maka ibu pendonor dilarang mendonorkan ASI-nya sampai mereka pulih

Seorang Ibu Dilarang Menjadi Pendonor Ketika:
1. Hasil tes darah menunjukkan positif HIV, HTLV (human T-lymphotropic virus), sifilis, hepatitis B atau hepatitis C
2. Memiliki suami atau pasangan seksual yang berisiko terjangkit HIV
3. Merokok atau mengonsumsi produk dari tembakau dan menggunakan obat-obatan terlarang
4. Mengonsumsi 60 ml minuman beralkohol per hari
5. Dalam empat bulan terakhir telah menerima transfusi darah atau produk darah (kecuali Rhogam)
6. Dalam 12 bulan terakhir telah menerima transplantasi organ atau jaringan

Persyaratan Khusus
Di Indonesia sendiri ada peraturan tentang donor ASI yang telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif.

1. Pemberian ASI eksklusif oleh ibu yang akan mendonorkan ASI-nya harus dilakukan dengan persyaratan apabila:
– Adanya permintaan ibu kandung atau keluarga bayi yang bersangkutan;
– Kejelasan identitas, agama, dan alamat pendonor ASI sudah diketahui oleh ibu atau keluarga bayi yang menerima ASI;
– Adanya persetujuan pemberian donor ASI setelah mengetahui identitas bayi yang diberi ASI;
– Pendonor ASI harus dalam keadaan sehat;
– ASI tidak diperjualbelikan.

2. Pemberian ASI Wajib dilaksanakan berdasarkan norma agama dan harus mempertimbangkan aspek sosial budaya, keamanan dan mutu ASI.

Saat ini sudah banyak komunitas-komunitas pemerhati ASI donor untuk Anda yang berniat bergabung memberikan ASI donor kepada si Kecil di luar sana yang membutuhkan. Namun, sebelum itu alangkah baiknya lagi jika Anda berkonsultasi dengan dokter, sehingga Anda dapat menentukan pilihan bijak untuk berbagi ASI pada bayi yang membutuhkan. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen + ten =

%d bloggers like this: