Panduan Penggunaan Nebulizer Untuk Anak

Penyakit pernapasan yang sering diderita anak biasanya meliputi, batuk, pilek hingga gejala asma,. Untuk mengatasi beberapa penyakit pernapasan ini, sebagian ibu ada yang menggunakan nebulizer. Nebulizer merupakan alat terapi inhalasi yang dianggap efektif meredakan berbagai penyakit pernapasan pada anak. Namun sebelum menggunakannya, ketahui panduan penggunaan nebulizer untuk anak berikut ini.

Pada artikel ini Anda dapat mengetahui:
– Fungsi nebulizer
– Waktu penggunaan nebulizer
– Panduan penggunaan nebulizer

Dikutip dari Okezone.com, Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) memang sangat mengganggu kebersihan jalan napas sehingga membuat aliran oksigen ke paru-paru tidak lancar. Disinilah fungsi nebulizer dibutuhkan karena untuk membersihkan dan mengeluarkan dahak yang tersumbat. Di saluran hidung terdapat bulu getar (silia) yang berfungsi untuk mendorong lendir keluar dari hidung ataupun mulut. Jika fungsi ini terganggu, maka pernapasan pun terasa berat dan sulit bernapas secara normal.

Waktu Penggunaan
Nebulizer digunakan saat serangan sesak napas datang, baik itu karena alergi, asma, maupun batuk dan pilek berat. Anda dapat mengetahui gejala asma pada anak & balita pada artikel kami sebelumnya sehingga penyakit ini bisa segera Anda atasi.

Diharapkan penggunaan pertama nebulizer sudah dapat terlihat perubahan pada kondisi sesak napas anak. Tetapi jika dalam 2-3 kali penggunaan, anak belum membaik sebaiknya segera bawa ke rumah sakit. Dalam kasus batuk dan pilek ringan yang normal terjadi, penggunaan nebulizer tidaklah begitu diperlukan. Cukup penuhi kebutuhan cairan anak dengan memberinya air minum dan makan buah-buahan.

Panduan Penggunaan Nebulizer
Berikut ini beberapa panduan penggunaan nebulizer yang perlu Anda ketahui:

1. Pastikan kondisi anak tenang dan mampu bernapas dengan baik sebelum menggunakan nebulizer, sehingga obat yang dihirup bekerja optimal.

2. Lakukan inhalasi sebelum jadwal makan dan minum untuk menghindari makanan memasuki paru-paru.

3. Posisi anak setengah duduk, (jika terpaksa, mungkin juga posisi berbaring, duduk atau berdiri asal obat tidak tumpah).

4. Pasang penutup inhalasi menurut ukuran di mulut dan hidung anak. Nyalakan nebulizer 15-20 menit.

5. Setelah itu lepaskan tutupnya, bersihkan cairan hidung anak, dan tepuk-tepuk dada dengan ringan dan kembali untuk meluruhkan lendir yang menempel di saluran napasnya.

6. Ajarkan anak kumur-kumur setelah penggunaan nebulizer. Hal ini penting untuk membersihkan sisa obat yang tersisa guna menghindari perkembangan dan infeksi jamur di rongga mulut. Selesai

Demikianlah panduan penggunaan nebulizer, konsultasikan segalanya ke dokter sebelum mengaplikasikannya pada anak. Jaga kesehatan anak Anda dengan memberikan asupan nutrisi dan istirahat yang cukup. Yang paling penting juga jaga kebersihan anak ya MI. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × one =

%d bloggers like this: