Jenis-Jenis Penyakit yang Diwariskan Orang Tua

Bahagia rasanya jika melihat sang buah hati mewarisi rupa Anda dan pasangan Anda. Akan tetapi, tidak hanya fisik yang dapat diwariskan oleh orang tua, karena terdapat jenis-jenis penyakit yang diwariskan orang tua untuk anaknya. Kondisi kesehatan yang diwariskan oleh Anda dan juga pasangan timbul dari kombinasi genetic dan pengaruh lingkungan sekitar. Ketahui penyakit tersebut sejak dini, sehingga Anda dapat memberinya penanganan segera.

Pada artikel ini Anda dapat mengetahui:
– Faktor penyebab penyakit keturunan
– Jenis-jenis penyakit yang diwariskan orang tua untuk anaknya

Setiap orang pastinya berharap memiliki tubuh yang sehat dan terhindar dari segala jenis penyakit. Namun kenyataannya, beberapa penyakit tidak dapat dicegah seseorang karena diwariskan secara genetik oleh orang tuanya. Berikut jenis-jenis penyakitnya, antara lain:

1. Alergi
Untuk penyakit alergi ini kemungkinannya sekitar 50:50 anak bisa terkena, jika Anda dan pasangan Anda juga menderita alergi. Ketika Anda berdua alergi, kemungkinan anak-anak mengalami alergi menjadi lebih besar lagi. Namun, belum tentu anak memiliki alergi pada hal yang sama dengan Anda. Umumnya tanda-tanda alergi itu seperti sering pilek, sinus atau infeksi telinga, mata gatal, ruam, atau bercak merah yang gatal, dan batuk kronis bisa menjadi tanda utama bahwa anak memiliki alergi.

2. Hemofilia
Hemofilia adalah salah satu penyakit yang dapat diwariskan orang tua kepada anaknya, dalam bentuk pembekuan darah. Pembekuan darah terjadi pada kromosom X, sehingga sebagian besar yang menderita hemofilia adalah laki-laki. Karena itu, penyakit hemofilia sangat sulit dicegah, karena setiap anak pasti mengandung satu kromosom dari orang tuanya.

3. Diabetes Mellitus
Dikutip dari Kaskus.co.id, diabetes mellitus adalah salah satu penyakit yang tampaknya sangat terkait dengan faktor keturunan. Penyakit ini timbul karena kadar gula darah yang tinggi, karena insulin yang terdapat dalam tubuh tidak mampu bekerja secara maksimal. Seorang anak yang memiliki leukosit antigen (HLA) dalam darah karena warisan orang tuanya, akan berisiko lebih besar terkena diabetes.

4. Kebotakan
Kebotakan sebenarnya disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah keturunan orang tua. Jika ayahnya menderita kebotakan, maka kecenderungannya akan ada satu anak yang juga mengalami kebotakan. Ternyata gen APCDD1 yang menyebabkan folikel di rambut mengerut, sehingga semakin lama akan menipis.

5. Asma
Asma adalah salah satu penyakit keturunan yang paling umum di masyarakat Indonesia. Padahal pada pewarisan asma, faktor ibu memiliki kecenderungan lebih kuat dari pada ayah. Selain faktor keturunan, munculnya asma menjadi lebih cepat tumbuh karena faktor lingkungan.

6. Sindroma Iritasi Usus
Orang tua yang menderita penyakit ini kemungkinan memiliki anak dengan gejala yang sama hingga dua kali lipat. Anak-anak dengan kondisi kolik yang orang tuanya menderita sindrom iritasi usus atau refluks lebih mudah sakit daripada bayi lainnya. Sering sakit akibat kram perut atau bergantian mengalami konstipasi atau diare. Sindrom ini biasanya dialami oleh anak-anak di usia sekolah, tetapi tanda-tanda, seperti kolik, dapat muncul pada usia lebih dini.

Penyakit ini dapat diatasi dengan mengubah gaya hidup si anak, seperti menghindari makanan pemicu, menambahkan probiotik (bakteri baik), dan menghindari anak dari stres. Ketahuilah penyebab dan cara meredakan stres pada anak sehingga anak Anda dapat terhindar dari salah satu penyakit keturunan ini.

7. Masalah Penglihatan
Masalah penglihatan yang bisa diwariskan orang tua berupa rabun jarak jauh, buta warna, dan mata malas. Jika kedua orang tua rabun jauh, kemungkinan anak akan mengalami sekitar 25-30%. Anak perempuan hanya berfungsi sebagai pembawa dan meneruskan gen buta warna. Anak laki-laki akan mengalami buta warna warisan dari orang tua. Jika Ibu adalah pembawa gen, ada kemungkinan 50% bahwa putranya akan buta warna.

8. Eksim
Eksim sebenarnya adalah salah satu jenis reaksi alergi. Kondisi ini sering mengejutkan orang tua, terutama jika keduanya tidak mengalaminya. Namun, eksim memiliki beberapa pemicu khusus, seperti lingkungan kering dan dingin, serta makanan berisiko tinggi yang menyebabkan alergi, seperti produk susu dan telur. Gejala yang sering ditimbulkan oleh eksim seperti kulit kering dan gatal, atau area merah dan kasar muncul di pipi, bagian dalam siku, dan belakang lutut. Ketika gangguan semakin memburuk, gelembung-gelembung kecil air bisa terbentuk.

9. Migrain
Anak memiliki sekitar 50% kemungkinan mengalaminya, jika salah satu orang tua menderita migrain, dan kemungkinan akan lebih tinggi, jika kedua orang tuanya memiliki penyakit migrain. Gejalanya sering disertai dengan kombinasi nyeri kepala berdenyut (biasanya di bagian depan atau samping kepala), mual atau muntah, dan sensitif terhadap cahaya atau suara.

Demikianlah jenis-jenis penyakit yang diwariskan orang tua yang bisa Anda ketahui. Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × 2 =

%d bloggers like this: