Apa Itu Distosia?

Kelancaran persalinan bergantung pada tiga faktor utama “P”, yaitu kekuatan ibu (Power), keadaan jalan lahir (Passage) dan keadaan janin (Passanger). Dan dibutuhkan faktor lainnya seperti psikologi ibu (respon ibu), penolong saat proses persalinan, dan posisi ibu saat melahirkan. Dengan adanya keseimbangan atau kesesuaian antara faktor “P” ini, persalinan normal diperkirakan akan mudah berlangsung. Jika ada gangguan dengan satu atau lebih faktor “P” tersebut, mungkin ada kesulitan atau gangguan dalam proses persalinan. Hal ini mengakibatkan terjadinya Distosia. Mungkin banyak yang belum mengetahui apa itu Distosia? Di bawah ini kami telah uraikan penjelasannya untuk Anda.

Saat ini proses persalinan Caesar tidak lagi terdengar tabu bahkan menjadi pilihan banyak calon ibu untuk menghindari rasa sakit saat melahirkan normal, padahal sebenarnya hal ini tidak boleh dilakukan sembarangan, karena ada beberapa kondisi yang mengharuskan persalinan Caesar itu terjadi, hal ini pun berlaku jika calon ibu mengalami Distosia saat persalinan. Distosia adalah kesulitan dan kelambatan dalam persalinan normal, yang ditandai dengan lambatnya kemajuan dalam proses persalinan. Distosia dapat berpengaruh buruk bagi ibu maupun bayi, pengenalan dini dan penanganan yang tepat dapat menentukan prognosis ibu dan janin.

Penyebab terjadinya Distosia
– Gangguan kekuatan (kontraksi rahim dan ibu yang diusahakan)
– Gangguan pada penumpang (posisi janin, presentasi janin, dan ukuran janin)
– Gangguan pada bagian rongga pelvis dan jaringan lunak jalan lahir

Distosia memiliki dua jenis yang berbeda:

1. Distosia Servikalis
Kondisi ini terjadi saat leher rahim gagal untuk melebar selama persalinan, sehingga kontraksinya tidak cukup kuat untuk mengeluarkan bayi. Distosia serviks diklasifikasikan sebagai keadaan darurat medis. Dokter akan mencoba merangsang kontraksi dengan oksitosin. Namun, jika gagal, bayi perlu dikeluarkan melalui operasi caesar. Umumnya Distosia Servikalis disebabkan karena seorang ibu yang obesitas, diabetes dan cidera leher rahim.

2. Distosia Bahu
Hal ini terjadi saat kepala bayi sudah sampai di jalan lahir, namun bahu terjebak atau tersangkut di pinggir panggul. Kegagalan ini dapat mengakibatkan kematian ibu dan janin. Satu-satunya tindakan yang bisa dilakukan adalah meminta ibu menekuk kedua tungkainya dan mendekatkan lutut sejauh mungkin ke arah dadanya pada posisi ibu berbaring telentang. Perlu meminta dua orang untuk membantu menekan fleksi kedua lutut ibu ke arah dada. Jika gagal, dokter akan membuat episiotomi yang cukup luas untuk mengurangi obstruksi jaringan lunak dan memberi ruang gerak yang cukup. Jika berbagai posisi dan upaya tidak berhasil, diperlukan operasi caesar darurat segera. Umumnya Distosia Bahu disebabkan karena seorang ibu memiliki kelainan panggul.

Untuk itu setiap ibu hamil diharapkan selama masa kehamilan agar selalu memeriksakan kehamilan secara rutin, untuk mengetahui perubahan berat badan pada ibu dan janin bertambah atau tidak sesuai dengan usia kehamilan ataupun ibu yang mengalami riwayat penyakit. Agar nantinya Anda bisa didiagnisa apakah ibu bisa melahirkan secara normal atau tidak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × two =

%d bloggers like this: