Resiko Rematik Saat Hamil

Ketika Anda mengalami rematik saat hamil, Anda perlu waspada. Mengapa demikian? Karena, penyakit rematik sering menyerang wanita di masa subur mereka, bahkan sejak proses pembuahan dan gejalanya bisa bertahan sampai kehamilan dan persalinan. Untuk itu, perlu Anda ketahui beberapa resiko rematik saat hamil untuk menjaga kesehatan Anda dan calon sang buah hati.

Kehamilan adalah dambaan setiap wanita yang telah menikah, wanita akan merasa sempurna ketika mengalami proses ini. Namun, tidak jarang kita pun temui ada beberapa wanita yang menikah kesulitan untuk mengalami hal ini dikarenakan berbagai alasan medis. Ada beberapa penyakit yang sering diderita ibu hamil salah satunya ialah rematik.

Rematik (Rheumatoid Arthritis) merupakan penyakit yang menyebabkan peradangan pada lapisan sendi. Peradangan ini menyebabkan “kekeliruan” sehingga jaringan tubuh diserang oleh system kekebalan tubuh sendiri. Penyakit ini dapat memburuk dari waktu ke waktu yang bahkan sulit untuk sembuh. Umumnya rematik diderita oleh orang dewasa yang berusia 30 – 60 tahun atau yang memang telah memiliki garis keturunan dari keluarga yang rematik.

Gejala Rematik
Penyakit rematik menyebabkan sendi membengkak dan terasa sakit. Umumnya ketika kehamilan pada usia trimester pertama, sang ibu akan mengalami gejala rematik seperti merasakan kaku, bengkak dan nyeri sewaktu-waktu. Sekitar 70% wanita hamil mengalami gejala rematik meningkat saat memasuki trimester kedua. Ini bisa bertahan hingga enam minggu pertama setelah melahirkan. Hal ini diduga karena adanya peningkatan kadar sitokin anti-inflamasi dan perubahan hormonal yang terjadi selama kehamilan. Namun bila trimester kedua gejalanya dirasa menurun, maka saat trimester ketiga, sang ibu tidak akan lagi mengalami gejala rematik tersebut.

Resiko yang Mungkin Terjadi

1. Bayi Terlahir Prematur
Dalam sebuah penelitian pada tahun 2013, 28% wanita melahirkan saat hamil terlalu dini (kurang dari 37 minggu), hal ini dikarenakan wanita hamil yang mengalami rematik dapat memiliki kemungkinan resiko lebih tinggi untuk melahirkan bayi premature.

2. Preeklampsia
Preeklampsia merupakan sebuah komplikasi pada saat kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, kelebihan pada kadar protein dalam urin dan tanda-tanda kerusakan organ. Selain itu, wanita yang mengalami rematik akan sulit melahirkan secara normal dan cenderung melahirkan bayinya melalui operasi Caesar.

3. Melahirkan bayi berat lahir rendah
Umumnya wanita hamil yang mengalami gejala rematik cenderung melahirkan bayi dengan berat lahir yang rendah, hal ini diperkuat dengan sebuah penelitian di tahun 2009.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × four =

%d bloggers like this: