Bahaya Air Putih untuk Bayi

Air putih atau air mineral dipercaya sangat bermanfaat jika dikonsumsi delapan gelas sehari oleh orang dewasa. Namun sayangnya, air putih justru bisa berbahaya bagi bayi, terlebih lagi untuk bayi yang berusia 0-6 bulan. Kenapa bisa seperti itu? Karena hal ini berkaitan erat dengan fungsi organ bayi yang masih belum sempurna. Lalu apa saja bahaya air putih untuk bayi tersebut? Mari kita simak penjelasannya di artikel kali ini.

Bayi yang masih mengkonsumsi ASI secara eksklusif tidak memerlukan air putih sebelum usianya mencapai enam bulan. Meminumkan air putih pada bayi yang berusia di bawah enam bulan sebenarnya bisa mengundang resiko kekurangan gizi dan diare. (Baca juga: Bahaya Alkohol untuk Kehamilan)

Seperti yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bayi membutuhkan asupan ASI eksklusif setidaknya selama enam bulan pertama di kehidupannya. Pemberian ASI eksklusif berarti bayi hanya mengonsumsi ASI saja, jangan mengkonsumsi makanan atau minuman tambahan lainnya. Jika kondisi Ibu atau bayi tidak memungkinkan pemberian ASI secara eksklusif, berikan susu formula, bukannya air putih.

Bahaya Bayi Minum Air Putih
Pemberian air putih untuk bayi yang berusia di bawah enam bulan dapat menimbulkan risiko kesehatan berikut ini:

1. Risiko kekurangan gizi
Jika bayi yang disusui ASI eksklusif, kemudian minum air putih, ia bisa berhenti menyusui sebelum waktunya sehingga dapat menyebabkan malnutrisi. Ibu akan merasakan dampaknya, jumlah susu akan berkurang. Perlu diketahui, pada kandungan ASI itu sendiri, terutama tetesan pertama yang keluar saat pertama kali bayi menyusu, mengandung lebih dari 80 persen air. Karena itu, ASI saja sudah cukup untuk menghidrasi bayi. Setiap saat bayinya haus atau lapar, segeralah memberikan ASI. Selain untuk menghilangkan rasa haus, ASI juga membantu melindungi bayi dari infeksi dan membantu bayi tumbuh dan berkembang secara normal.

Lain halnya dengan memberi air putih kepada bayi yang biasa diberi susu formula juga tidak dianjurkan. Ikuti petunjuk susu formula untuk bayi Anda, jangan coba tambahkan dosis air melebihi jumlah yang disarankan. Menyediakan susu formula encer karena terlalu banyak air berarti memberi nutrisi pada bayi Anda lebih sedikit dari yang dia butuhkan.

Bukan hanya itu, pada bayi di bawah 6 bulan yang mengonsumsi susu formula atau ASI, memberi air dapat mengganggu kemampuan tubuh menyerap nutrisi dari susu. Air juga bisa menyebabkan perut bayi terasa kenyang sehingga keinginan untuk makan lebih sedikit.

2. Risiko Terkena Diare
Minum air putih juga bisa menyebabkan bayi Anda terkena infeksi karena airnya tidak steril, jadi bayi Anda mungkin terkena diare. Bagi bayi yang mengonsumsi susu formula, Anda dianjurkan untuk menggunakan air matang dengan suhu minimal 70 derajat Celcius, lalu dinginkan sebelum disajikan. Ibu tidak disarankan menggunakan air botolan secara langsung, namun harus tetap dimasak terlebih dahulu.

Sementara itu, apabila Anda menggunakan air kemasan, maka perhatikan kandungan mineralnya karena mengandung terlalu banyak garam atau sodium atau sulfat. Periksa label pada kemasan air dan pastikan kandungan natrium tidak lebih dari 200 mg per liter dan kandungan sulfat atau SO atau SO4 kurang dari 250 mg per liter.

3. Risiko Keracunan Air
Membuat susu formula secara tidak langsung, kita menggunakan air untuk mengencerkannya. Hal ini bisa mengundang risiko keracunan air pada bayi. Dalam kasus yang jarang terjadi, minum terlalu banyak air dapat menyebabkan bayi keracunan air atau intoksifikasi, suatu kondisi ketika tingkat garam darah turun drastis ke tingkat yang terlalu rendah dan mengganggu keseimbangan elektrolit. Adapun tanda-tanda keracunan air bisa termasuk pembengkakan tubuh, pusing, mual, muntah, dan diare. Keracunan air bisa membuat bayi kejang-kejang dan bahkan koma.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen + 19 =

%d bloggers like this: