Metode Melahirkan “Silent Birth”

Jika Anda pernah melihat ilustrasi orang melahirkan, baik itu dari gambar atau video, mungkin tampilannya akan menunjukkan seorang wanita yang berekspresi sedang kesakitan dan berteriak. Mungkin karena itulah, bagi yang sedang hamil, nyalinya akan ciut seketika melihat video yang ‘menakutkan’. Namun, metode melahirkan “Silent Birth” akan melenyapkan prasangka dan mitos-mitos dengan persalinan yang heboh ataupun menyakitkan yang selama ini dikira oleh ibu-ibu hamil.

Selain metode lotus birth pada bayi, salah satu metode melahirkan yang kini banyak diperbincangkan oleh masyarakat Indonesia ialah silent birth. Persalinan ini awalnya terkenal setelah artis Katie Holmes melakukannya di tahun 2006 lalu. Singkatnya, silent birth mengutamakan ketenangan saat bersalin. Wanita bersalin diberikan perawatan maksimal dalam lingkungan yang tenang. Lantas apa sebenarnya silent birth itu?

Pengertian
Silent birth merupakan metode kelahiran yang memberi prioritas pada ketenangan saat melahirkan. Cara kerja bersalin ini pertama kali ditemukan oleh L.Ron Hubbard Dianetics dalam karyanya berjudul “The Modern Science of Mental Health”, dimana ibu saat melahirkan diberi perawatan maksimal di lingkungan yang sepi atau tenang. Bahkan suara bidan atau dokter yang memberikan perintah untuk mengejan dan mengambil napas tidak disarankan dalam metode Silent Birth ini.

Namun tidak sedikit juga yang mengatakan bahwa perkembangan metode persalinan silent birth menimbulkan kontroversi serius, karena umumnya selama persalinan normal, bidan atau dokter akan memberi arahan pada ibu untuk mengejan atau menarik nafas. Wanita hamil yang membuat suara saat persalinan juga dianggap alamiah.

Namun berbeda dengan ibu hamil yang melakukan persalinan silent birth. Ia membutuhkan dukungan lingkungan yang tenang, bahkan yang bersangkutan pun tidak mengucapkan kata-kata saat berada di ruang persalinan normal. Jadi bisa dikatakan bahwa prinsip silent birth ini ialah tidak berbicara saat persalinan. Silent birth bertujuan untuk mengurangi kebiasaan wanita hamil, yang selama ini selalu mengekspresikan kecemasan akut saat persalinan, sehingga menyebabkan efek buruk pada psikologi ibu hamil saat melahirkan.

Saat-saat tenang selama persalinan juga melindungi bayi yang baru lahir dari kata-kata yang dapat mempengaruhi psikologi bayi. Dengan silent birth, maka setiap kata yang diucapkan dalam pikiran bersifat reaktif dan memiliki pengaruh yang menggembirakan pada ibu dan anak. Bayi yang lahir dalam keheningan akan memiliki psikologi yang lebih baik, dibanding bayi yang lahir dalam suasana yang lebih ramai.

Saat bayi masih berada di dalam rahim atau saat usia trimester terakhir sebenarnya sudah bisa mendengar suara orang tua mereka. Sehingga secara tidak langsung kelahiran dengan metode silent birth secara ilmiah akan memberi dampak baik bagi ibu dan bayi setelah lahir. Tapi dalam melakukan metode ini harus dilakukan oleh seorang dokter ahli yang memahami manfaat dan langkah-langkah dalam silent birth secara benar, sehingga penyedia layanan bisa memberikan pemahaman tentang kelebihan dan kekurangan saat ibu hamil menggunakan metode ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − 4 =

%d bloggers like this: