Kandungan Susu Kental Manis yang Tak Baik untuk Anak

Ketika Anda belanja di pasar atau supermarket, mungkin Anda akan kebingungan saat memilih susu sapi untuk anak dan keluarga. Pasalnya, ada banyak sekali produk dan jenis susu yang tersedia dengan berbagai istilah yang asing pula. Susu mengandung manfaat yang berguna untuk tubuh yang banyak disarankan ahli gizi untuk mengkonsumsinya setiap hari. Kalsium dari susu sangat baik untuk pertumbuhan dan menguatkan tulang. Akan tetapi, tidak semua susu baik untuk dikonsumsi. Salah satunya adalah susu kental manis atau disebut juga SKM.

Susu kental manis adalah susu yang dibuat dengan melalui proses evaporasi atau penguapan. Selain diuapkan, susu kental manis juga diberikan added sugar atau gula tambahan. Hal inilah yang menyebabkan susu kental manis memiliki kadar protein rendah dan kadar gula yang tinggi. Susu kental manis memang telah banyak dikonsumsi oleh masyarakat baik itu anak-anak, remaja maupun dewasa. Rasanya yang manis dapat membuat banyak anak-anak ketagihan untuk selalu meminum susu ini. Namun ada baiknya Anda pikir ulang sebelum memberikan susu ini setiap hari pada sang anak tercinta karena ternyata kandungan susu kental manis tidak begitu baik serta masih terdapat pro & kontra susu kental manis untuk anak di kalangan masyarakat.

Berikut ini adalah beberapa kandungan susu kental manis yang tidak baik untuk anak :

1. Kandungan Protein Rendah
Kebanyakan orang tua memberikan susu anak untuk membantu memperkuat kalsium tulangnya. Misalnya agar ia tumbuh menjadi tinggi, namun ternyata hal ini menjadi langkah yang salah jika memberikan susu kental manis pada anak. Kandungan susu kental manis tidak sama dengan susu sapi segar. Susu ini diproses melalui cara evaporasi atau penguapan, yang menyebabkan kandungan protein dalam susu kental manis menjadi lebih rendah dibandingkan dengan jenis susu lainnya. Kalsiumnya pun lebih rendah daripada susu bubuk atau susu segar.

Saat mengonsumsi susu kental manis sebagai minuman susu dengan mengikuti saran penyajian yang tertulis pada kemasan susu kental manis anak akan mendapatkan asupan protein hanya 3 gram saja. Sementara asupan protein yang dibutuhkan Anak usia 1-3 tahun dan 4-6 tahun sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 75 Tahun 2013 tentang Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dianjurkan bagi bangsa Indonesia adalah 26 g/hari dan 35 g/hari. Berarti jumlah protein yang didapatkan dari segelas susu kental manis sangatlah sedikit.

2. Rendah Kandungan Kalsium
Kalsium adaalah salah satu komponen penting dalam pembentukan tulang yang berguna untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bagi anak. Salah satu pangan yang dianggap dapat membantu mensuplai kalsium adalah susu, namun tidak semua susu karena seperti susu kental manis ia hanya memiliki kandungan kalsium yang rendah.

3. Kandungan Gula Tinggi
Kandungan gula dalam susu kental manis sangat tinggi dibandingkan dengan jenis susu lainnya seperti susu bubuk, suhu UHT, dan lain-lain. Jika susu yang diberikan kepada anak adalah susu kental manis maka anak sudah mendapatkan asupan gula sebanyak 40 gram. Jumlah ini sudah berlebih bagi anak. Belum lagi jika anak mengonsumsi makanan lain yang banyak pula mengandung gula misalnya permen, biskuit, dan lain-lain. Mengonsumsi makanan dan minuman manis dari kecil tidaklah baik untuk anak karena dapat menyebabkan gigi berlubang dan obesitas serta penyakit diabetes serta penyakit kardiovaskuler seperti jantung dan stroke ketika dewasa.

Dari beberapa alasan di atas susu kental manis tidak baik diberikan pada anak, karena nutrisi dari susu kental manis ini tidak sebaik susu segar, anak juga tidak akan mendapatkan asupan kalsium dengan cukup sehingga pertumbuhan tubuhnya tidak benar-benar didukung dengan baik. Untuk itu, kebiasaan mengonsumsi susu kental manis dan juga makanan manis perlu diubah. Tidak seperti orang dewasa, untuk mengubah kebiasaan anak umumnya jauh lebih mudah dan Anda sebagai orang tua harus dapat mengendalikannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 − 8 =

%d bloggers like this: