Jenis-jenis Tes Kesuburan Wanita

Pada dasarnya, kesuburan sangat dipengaruhi oleh kondisi kesehatan seseorang, baik pria maupun wanita. Khususnya bagi Anda para kaum hawa, Anda perlu mengetahui tingkat kesuburan sebelum atau sesudah menikah. Saat ini, beberapa jenis-jenis tes kesuburan wanita yang patut Anda ketahui demi menyiapkan diri akan kehadiran buah hati.

Selain stres dan susah tidur, ternyata ada jenis makanan yang mempengaruhi kesuburan wanita yang bisa Anda hindari demi meningkatkan tingkat kesuburan di dalam tubuh. Namun jika Anda sudah melakukan kiat-kiat agar bisa hamil tapi belum berhasil juga, maka Anda bisa melakukan beberapa tes kesuburan wanita berikut ini:

1. Tes Ovulasi
Yang pertama adalah tes ovulasi. Dalam tes ini, dokter akan menguji kadar LH, hormon stimulasi, hormon stimulasi tiroid, hormon Anti-Mullerian, folikel, estrogen, androgen, progesteron, dan prolaktin. Tes darah diperlukan juga dalam tes ovulasi ini. Tes darah dilakukan untuk mengukur kadar hormon dalam tubuh. Pengukuran kadar hormon bertujuan untuk menentukan apakah wanita berovulasi dan bisa menghasilkan sel telur secara teratur atau tidak.

2. Pemeriksaan sel telur cadangan di ovarium
Tes kesuburan wanita berikutnya adalah pemeriksaan cadangan telur. Tes ini dilakukan untuk menentukan kualitas dan kuantitas sel telur yang tersedia untuk ovulasi. Pemeriksaan ini biasanya dimulai dengan tes hormon pada awal siklus menstruasi.

3. Tes Ultrasound
Berikutnya adalah tes pencitraan atau ultrasound bertujuan untuk mengetahui kemungkinan apakah rahim atau tabung indung telur terganggu atau tidak. Namun, jika tidak ada gangguan ditemukan, hysterosalpingography bisa jadi pilihan sebagai tindak lanjut pemeriksaan secara lebih rinci.

4. Histerosalpingografi
Tes Hysterosalpingography (HSG) akan menganalisa kondisi rahim dan tabung indung telur. Untuk melakukan tes HSG ini, wanita tersebut akan disuntik dengan cairan kontra X-ray ke dalam rahimnya. Fotografi sinar X kemudian dilakukan untuk mengetahui apakah rongga itu normal atau tidak. Pemotretan sinar-X juga sekaligus untuk memastikan agar cairan mengalir dengan baik dari tabung ovarium.

5. Laparoskopi
Laparoskopi adalah tindakan bedah yang dilakukan dengan anestesi umum dan pemeriksaan organ panggul. Tujuannya yaitu untuk memeriksa potensi jaringan parut atau endometriosis, serta untuk mengobati kelainan pada panggul.

6. USG Transvaginal
Selanjutnya ialah melalui USG Transvaginal. Dalam jenis USG ini, dokter akan menempatkan alat ultrasound pada vagina. Fungsi alat ini adalah untuk mengetahui apakah ada folikel yang tumbuh. Tidak hanya itu, alat ini juga akan menghitung jumlah folikel di ovarium. Pemeriksaan ini sangat efektif untuk mengidentifikasi masalah pada panggul dan ovarium.

7. Histeroskopi
Tes histeroskopi dilakukan oleh dokter jika tes HSG sebelumnya menunjukkan beberapa masalah. Dalam melakukan tes ini, sebuah histeroskop kecil (tabung tipis dengan kamera di ujungnya) akan diletakkan di dalam rahim melalui serviks. Tujuannya adalah untuk melihat apakah seorang wanita memiliki kelainan yang terkait dengan kesuburannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen + 15 =

%d bloggers like this: