Faktor Penting Dalam Mendiagnosis Kesuburan

Hampir setiap pasangan yang baru menikah, pasti ingin segera memiliki keturunan. Namun sayangnya, tidak semua pasangan bisa seberuntung itu. Terkadang usia pernikahan sudah berjalan bertahun-tahun, istri belum juga hamil sehingga menjadikan wanita seringkali dipersalahkan apabila pasangan tidak bisa memiliki keturunan. Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui faktor penting dalam mendiagnosisi kesuburan yang jarang diketahui oleh masyarakat awam.

Kenyataan mengenai wanita yang sering disalahkan apabila pasangan tidak bisa memiliki keturunan, nyatanya tidak selalu benar. Perlu diketahui, sebanyak 40 persen kasus kemandulan memang berasal dari wanita, namun ternyata 40 persen lagi berasal dari pria. Sisanya yaitu 20 persen menjadi masalah komplikasi dari keduanya sehingga menuntut dilakukannya terapi kesuburan bagi wanita dan pria.

Faktor Penting untuk Diagnosis Kesuburan
Ketika Anda ingin berkonsultasi dengan dokter mengenai kemungkinan hambatan kesuburan, ada beberapa faktor yang akan diminta untuk membantu mengidentifikasi kemungkinan penyebab utama, termasuk:

1. Usia
Seiring bertambahnya usia, kesuburan wanita akan menurun. Sedangkan pria, kesuburannya dapat bertahan hingga usia lanjut, namun bisa dipengaruhi dari lingkungan kerja, gaya hidup, dan pola makan.

2. Anak
Bagi wanita, kemungkinan dokter akan menanyakan tentang kelahiran sebelumnya, komplikasi yang Anda hadapi saat hamil. Termasuk kasus keguguran yang pernah dialami. Sedangkan untuk pria, mungkin akan dipertanyakan tentang anak yang Anda miliki dalam hubungan sebelumnya.

3. Sudah berapa lama Anda dan pasangan mencoba untuk hamil
Faktor ini sangat penting dalam merencanakan kehamilan. Fakta menunjukkan bahwa pasangan dari usia 19 hingga 26 tahun yang melakukan hubungan intim tanpa kontrasepsi, memiliki kesempatan sebesar 92 persen di antaranya akan hamil setelah satu tahun dan 98 persen hamil setelah dua tahun.

Sedangkan untuk pasangan usia 35-39 tahun, sebanyak 82 persen akan hamil setelah satu tahun dan 90 persen setelah dua tahun. Jika Anda masih muda dan sehat, dan belum lama mencoba untuk hamil, Anda mungkin disarankan untuk menunggu beberapa saat lebih lama.

4. Hubungan seksual
Untuk melakukan diagnosa, dokter akan menanyakan seberapa sering Anda berhubungan seksual, serta tentang kemungkinan kesulitan yang Anda hadapi. Meskipun Anda mungkin merasa malu, penting untuk memberi kesaksian terbuka dan jujur ​​kepada dokter. Jika masalahnya hanya pada saat berhubungan seksual, kemungkinan besar akan mengatasinya.

5. Durasi setelah mengeluarkan alat kontrasepsi
Anda akan ditanya tentang jenis kontrasepsi yang telah digunakan dan sejak kapan harus menghentikannya. Untuk beberapa jenis alat kontrasepsi, diperlukan beberapa saat sebelum kesuburan pengguna kembali ke tingkat normal.

6. Riwayat dan gejala medis yang dialami
Dalam faktor ini, biasanya dokter akan bertanya mengenai kondisi medis Anda sebelumnya, seperti infeksi menular seksual. Bagi wanita, Anda akan ditanya tentang jadwal menstruasi dan apakah ada perdarahan antara periode menstruasi atau setelah berhubungan seksual.

7. Obat-obatan
Beberapa obat-obatan dapat memiliki efek samping infertilitas. Dokter akan menanyakan lebih lanjut tentang obat-obatan yang sering Anda minum dan kemungkinan pengobatan alternatif. Jangan lupa memberi tahu Anda tentang obat non-resep yang juga dikonsumsi.

8. Gaya hidup
Beberapa gaya hidup tidak sehat dapat mempengaruhi kesuburan seseorang. Umumnya, dokter akan meminta informasi tentang apakah Anda merokok, seberapa berat meminum alkohol, berat badan, dan tingkat stres yang Anda alami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × one =

%d bloggers like this: