Apa itu Sepsis Neonatorum?

Menurut Badan Kesehatan Dunia atau WHO memperkirakan bahwa sekitar satu juta bayi di segala penjuru dunia meninggal karena sepsis neonatorum. Lantas apa itu sepsis neonatorum? Istilah ini sering disebut sebagai infeksi darah yang terjadi pada bayi baru lahir. Infeksinya dapat menyerang seluruh tubuh bayi atau terbatas pada satu organ saja.

Pengertian
Berbagai faktor penyebab sepsis neonatorum berasal dari beberapa jenis bakteri dan virus. Selain itu, penyakit ini juga bisa disebabkan oleh jamur, meskipun jarang terjadi. Namun yang pasti, infeksi sepsis neonatorum dapat menyebabkan cacat tubuh pada bayi. (Baca juga: Kenali Lebih Jauh Atresi Bilier)

Sepsis neonatorum merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan respons sistemik terhadap infeksi pada bayi baru lahir. Secara ilmiah, sepsis neonatorum adalah bentuk penyakit yang digambarkan dengan adanya infeksi bakteri sistemik pada bulan pertama kehidupan yang ditandai dengan adanya kultur darah positif. Definisi lain adalah sindrom klinis yang ditandai dengan gejala sistemik dan dengan bakteremia yang terjadi dalam bulan pertama kehidupan.

Gejala Sepsis Neonatorum
Gejala sepsis neonatorum pada bayi cenderung tidak spesifik. Hal tersebut menyebabkan bayi yang terpapar sepsis sering keliru terhadap gangguan lainnya, seperti sindrom gangguan pernapasan atau pendarahan otak. Tetapi, bayi yang terkena sepsis neonatorum mungkin menunjukkan ciri-ciri seperti:
– Perubahan suhu tubuh, dimana suhu tubuh mungkin rendah atau tinggi (demam).
– Bayi terlihat kuning
– Muntah
– Hilang kesadaran
– Enggan menyusu
– Diare
– Abdomen membengkak
– Detak jantung menjadi cepat atau lambat
– Kejang
– Kulitnya pucat atau kebiruan
– Sulit untuk bernafas
– Gula darah rendah.

Penyebab Sepsis Neonatorium
Dilihat dari waktu terinfeksinya, sepsis neonatorum pada bayi dapat dibedakan menjadi dua, yakni:

1. Infeksi terjadi saat persalinan
Kondisi ini terjadi dalam waktu 24 sampai 72 jam pasca persalinan. Sepsis neonatorum jenis ini disebabkan oleh infeksi bakteri yang berasal dari ibu, seperti kelompok B Streptococcus, E. coli, H. influenza, Staphylococcus, dan L. monocytogenes. Virus herpes simpleks (HSV) juga dapat menyebabkan infeksi parah pada bayi baru lahir.

Risiko sepsis neonatorum jenis ini lebih tinggi jika bayi lahir prematur, lahir dari ibu yang pernah mengalami ketuban pecah dini lebih dari 18 jam sebelum melahirkan, cairan plasenta dan cairan amnion terinfeksi, dan adanya bakteri saat bayi masih dalam kandungan. .

2. Infeksi terjadi setelah melahirkan
Terjadi dalam 4-90 hari setelah kelahiran. Kuman penyebab infeksi ini sering berasal dari lingkungan seperti bakteri Staphylococcus aureus, Klebsiella, Pseudomonas, Acinetobacter, Serratia, dan anaerob. Jamur Candida juga bisa menyebabkan sepsis pada bayi. Risiko tertular jenis sepsis neonatal ini akan meningkat jika anak berada di rumah sakit untuk waktu yang lama, prematur, atau lahir dengan berat badan rendah.

Pengobatan Sepsis Neonatorum pada Bayi
Ketika bayi menderita sepsis neonatorum, pengobatan harus dimulai sesegera mungkin karena sistem kekebalan bayi belum sesempurna orang dewsa. Bayi dengan penyakit ini harus mendapat perawatan dan evaluasi ketat di rumah sakit. Dokter kemungkinan akan memberikan suntikan antibiotik kecil sesegera mungkin saat melakukan pemeriksaan menyeluruh.

Pemberian antibiotik dapat diberikan selama 7-10 hari jika tidak ada pertumbuhan bakteri yang ditemukan pada kultur darah atau pemeriksaan cairan serebrospinal. Apabila ternyata bakteri sudah ditemukan pada saat pemeriksaan, maka antibiotik bisa diberikan hingga 3 minggu. Sedangkan jika sepsis neonatorum disebabkan oleh virus HSV, Little One akan diberi obat antivirus asiklovir.

Selain pengobatan, dokter juga akan memantau tanda vital dan tekanan darah Little, serta melakukan pemeriksaan darah lengkap. Jika suhu Orang Kecil tidak stabil, dia bisa dimasukkan ke dalam inkubator.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × two =

%d bloggers like this: