Kenali Lebih Jauh Atresia Bilier

Atresia Billier, mungkin masih terdengar asing di telinga Anda. Namun dalam kurun waktu terakhir, penyakit ini banyak menyerang bayi newborn ataupun bayi yang sudah menginjak usia beberapa bulan, sehingga banyak calon orang tua yang giat mencari informasi mengenai atresia billier ini. Oleh karena itu, kami akan mengajak Anda untuk kenali lebih jauh atresia biller, mulai dari pengertian hingga penyebab dan gejalanya.

Apa itu Atresia Bilier?
Atresia bilier adalah kelainan saluran empedu yang relatif jarang ditemukan pada bayi baru lahir, namun juga tidak dapat diremehkan. Jika saluran empedu terganggu maka empedu tidak bisa mengalir keluar dari hati, menyebabkan kerusakan serius pada hati, bahkan sampai kehilangan fungsinya.

Umumnya atresia bilier paling banyak menyerang bayi dengan rentang usia 2 hingga 4 minggu setelah kelahiran, dengan memberikan salah satu gejala yang paling mencolok yaitu menguningnya kulit (ikterus). Kondisi ini perlu dikenali sejak dini, supaya bisa ditangani dengan baik, untuk menghindari konsekuensi fatal. (Baca juga: 3 Penyebab Bayi Mengalami Penyakit Kuning)

Atresia bilier adalah penyakit serius, namun jarang menyerang bayi yang baru lahir. Hal ini terjadi pada 1 dari 10.000 anak dan lebih sering terjadi pada anak perempuan ketimbang anak laki-laki. Penyebab atresia bilier sendiri tidak diketahui secara pasti. Satu hal yang pasti yaitu atresia bilier menjadi alasan paling umum untuk masalah transplantasi hati pada anak-anak di Amerika Serikat dan sebagian besar negara Barat lainnya.

Atresia bilier juga bukan penyakit keturunan. Kondisi ini kemungkinan besar terjadi karena adanya kejadian yang terjadi selama masa janin atau sekitar waktu kelahiran. Diagnosis atresia bilier memerlukan tes darah dan x-ray, atau kadang-kadang biopsi hati. Tapi jika baru dugaan, bayi baru lahir biasanya dirujuk ke spesialis.

Penyebab Atresia Bilier
Atresia bilier bisa disebabkan oleh banyak hal, namun saat ini belum ada yang terbukti secara klinis. Atresia bilier bukanlah penyakit genetik, artinya tidak diberikan dari orang tua kepada anak. Selain itu, orang yang mengidap atresia bilier tidak berisiko memberikan penyakit ini kepada anak mereka.

Atresia bilier lebih cenderung disebabkan oleh suatu kejadian di dalam rahim atau sekitar waktu kelahiran. Pemicu yang mungkin terjadi adalah sebagai berikut:
– Infeksi virus atau bakteri setelah bayi lahir, seperti cytomegalovirus, retrovirus atau rotavirus
– Masalah sistem kekebalan tubuh, seperti saat sistem imun menyerang hati atau saluran empedu tanpa penyebab
– Permasalahan saat perkembangan hati dan saluran empedu di dalam rahim
– Mutasi genetik, yang membuat perubahan permanen pada struktur genetik

Gejala Atresia Bilier
Gejala awal atresia bilier adalah ikterus (sakit kuning) dan mata kuning. Penyakit kuning bisa sulit dideteksi. Umumnya, bayi lahir dengan ikterus ringan dalam 1-2 minggu pertama dan menghilang dari 2-3 minggu. Meski begitu, pada anak-anak dengan penyumbatan empedu, penyakit kuning justru kian memburuk.

Adapun gejala penyumbatan empedu seperti:
– Limpa yang membesar
– Pertumbuhan lambat
– Air seni berwarna gelap seperti teh
– BAB berwarna abu-abu atau putih

Mungkin ada tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda khawatir dengan gejala tertentu, berkonsultasilah dengan dokter Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 + four =

%d bloggers like this: