Penyebab Persalinan Prematur

Loading...

Kelahiran prematur bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor yang sulit diprediksi. Wanita dengan riwayat penyakit dan pola hidup tertentu diperkirakan mempunyai kecenderungan melahirkan prematur. Kenapa bisa disebut dengan prematur? Karena usia janin lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu di dalam rahim. Lantas apa sajakah penyebab persalinan prematur itu? Mari simak penjelasannya di artikel kali ini.

Meskipun kita telah mengetahui seluk-beluk bayi prematur, namun tidak ada salahnya jika kita mengorek lebih dalam lagi tentang penyebab bayi lahir prematur tersebut, sehingga Anda bisa mengantisipasinya sejak dini. Langsung saja, mari simak beberapa penyebab yang bisa menjadi pemicu persalinan prematur berikut ini:

1. Infeksi
Beberapa kasus persalinan prematur disebabkan oleh infeksi bakteri pada sistem reproduksi dan saluran kemih. Bakteri mengeluarkan zat yang dapat melemahkan membran di sekitar kantung amnion dan menyebabkan ketuban pecah lebih awal. Bakteri ini juga bisa menyebabkan radang dan infeksi rahim, bahkan saat selaput yang menutupi rahim masih utuh. Kondisi inilah yang mampu menyebabkan bayi lahir prematur.

Infeksi yang bisa menyebabkan kelahiran prematur, meliputi:
– Penyakit menular seksual, misalnya klamidia, gonore dan trikomoniasis.
– Infeksi saluran kemih atau bakteriuria asimtomatik umumnya tidak disertai gejala, jadi pemeriksaan urine diperlukan untuk mendeteksi bakteri.

Khusus untuk mereka yang sebelumnya pernah menjalani persalinan prematur, maka seseorang itu harus menjalani pemeriksaan dan perawatan bakteri vaginosis untuk mengurangi risiko persalinan prematur.

2. Penyakit atau kondisi tertentu
Wanita dengan penyakit tertentu seperti diabetes, tekanan darah tinggi, gangguan ginjal, anemia selama kehamilan, memang lebih berisiko melahirkan prematur. Selain itu, masalah plasenta seperti plasenta previa atau plasenta abruptio juga bisa membuat bayi prematur. Placenta previa adalah suatu kondisi ketika plasenta melekat terlalu dekat dengan serviks atau leher rahim.

Pasien dengan plasenta previa rentan terhadap pendarahan hebat dan seringkali memerlukan operasi caesar. Placenta abruptio atau solusio plasenta adalah suatu kondisi ketika plasenta mulai terpisah dari dinding rahim sebelum bayi lahir. Kondisi ini bisa membahayakan kehidupan ibu dan bayinya.

Memiliki struktur serviks kurang dari 2,5 cm, atau pembukaan dan penutupan serviks tanpa kontraksi juga bisa menyebabkan kelahiran prematur. Kondisi serviks abnormal ini bisa terjadi saat lahir atau dari operasi cervical. Setelah menjalani operasi di rongga perut selama kehamilan, seperti karena radang usus buntu atau batu empedu, juga meningkatkan risiko bayi lahir prematur.

3. Gaya hidup
Sudah menjadi rahasia umum jika kebiasaan buruk sehari-hari juga dapat memicu kelahiran prematur seperti:
– Merokok saat hamil
– Mengkonsumsi alkohol atau obat-obatan terlarang
– Kurang makan makanan bergizi

4. Faktor risiko lainnya
Ada beberapa kondisi spesifik lainnya yang membuat wanita lebih berisiko melahirkan prematur, antara lain:
– Hami lebih dari satu bayi.
– Hamil dengan jarak kurang dari enam bulan dari kehamilan sebelumnya.
– Hamil melalui bayi tabung.
– Telah melakukan aborsi atau beberapa keguguran.
– Beberapa persalinan prematur juga cenderung terjadi pada wanita hamil yang memiliki hubungan darah dengan wanita yang pernah mengalaminya terlebih dahulu. Dalam hal ini, faktor genetik dapat dianggap berperan.
– Mengalami trauma, depresi, kekerasan, atau cedera saat hamil. Stres yang tinggi menyebabkan pelepasan hormon yang memicu kontraksi dan kelahiran prematur.
– Berat badan kurang atau lebih dari biasanya sebelum hamil.

Apabila Anda merasa mempunyai satu atau lebih faktor risiko kelahiran prematur seperti yang dijelaskan di atas, Anda harus segera berbicara dengan dokter kandungan untuk perawatan intensif untuk mencegah persalinan prematur.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × two =

%d bloggers like this: