Serba-Serbi Melahirkan Dengan Forceps

Loading...

Berbagai macam hal yang tidak bisa diduga sebelumnya memang bisa menjadi hambatan proses kelahiran seorang bayi, padahal sang ibu sudah lelah mengejan selama berjam-jam lamanya saat proses melahirkan berlangsung. Jika sudah begini, maka dokter akan menyarankan agar dilakukan persalinan dengan forceps karena bisa menjadi salah satu cara untuk mempermudah proses kelahiran. Namun, jika Anda masih awam dengan istilah forceps ini, mari mengenal serba-serbi melahirkan dengan forceps di penjelasan sebagai berikut.

Apa itu Forceps?
Setelah sebelumnya Anda telah mengetahui pembahasan melahirkan tanpa sakit dengan metode Hypnobirthing, maka kali ini Anda akan mengetahui istilah forceps dalam dunia persalinan.

Forceps ialah kata lain dari sebuah alat yang digunakan untuk membantu dalam mengeluarkan bayi saat persalinan. Bentuk forceps hampir mirip dengan sepasang sendok besar yang akan menyepit kepala bayi di dalam rahim. Dokter lalu akan memandu hinga bayi dikeluarkan dari rahim ibunya. Umumnya hal ini dilakukan selama proses kontraksi dan saat ibu sedang mengejan.

Prinsip Kerja Forceps
Sebelum dokter menyarankan untuk melakukan forceps, ia akan mencoba cara lain demi proses melahirkan berhasil, misalnya dengan memberikan obat intravena untuk merangsang kontraksi lebih kuat atau bisa juga dengan memberikan anestesi agar proses mengejan lebih lancar.

Tetapi jika tidak ditemukan opsi terbaik selain forceps, maka dokter akan memberikan obat bius atau anestesi epidural atau spinal, apabila Anda belum diberi anestesesi regional. Tim medis juga akan meletakkan kateter di kandung kemih, dimana alat ini berguna untuk mengosongkan urine. Selain itu, dokter juga mungkin akan melakukan episiotemi yakni menggunting bagian vagian dan anus untuk memperlebar jalan keluar bayi.

Kapan Dibutuhkan Forceps?
Ada beberapa kondisi yang membuat dokter memilih cara melahirkan dengan forceps. Tapi perlu diingat bahwa, bantuan forceps ini hanya boleh dilakukan saat Anda berada di rumah sakit atau di institusi bidan yang memperbolehkan operasi caesar, sebagai langkah antisipasi forceps gagal.

Dokter biasanya akan memberikan rekomendasi kelahiran dengan forceps jika Anda mengalami kondisi sebagai berikut:
– Kepala bayi berada dalam posisi yang salah, sehingga forceps mungkin diperlukan untuk mengubah posisi kepala bayi
– Leher rahim Anda telah melebar dan posisi kepala bayi sudah dalam perjalanan keluar dari rahim, namun Anda tidak dapat mendorongnya keluar.
– Anda telah mengejan, tapi persalinan tidak kunjung selesai. Apabila Anda belum pernah bersalin sebelumnya, persalinan pun akan dianggap macet saat Anda berusaha mengejan selama dua sampai tiga jam tapi tidak ada kemajuan.
– Anda memiliki masalah kesehatan seperti penyempitan katup aorta jantung, sehingga dokter membatasi Anda untuk tegang.
– Ada gangguan pada detak jantung bayi Anda.

Selain faktor-faktor di atas, Anda juga perlu mengetahui beberapa kondisi yang tidak disarankan untuk melahirkan dengan forceps jika:
– Posisi kepala bayi Anda tidak diketahui
– Bahu atau lengan bayi menutupi jalan lahir
– Bayi Anda memiliki kondisi yang mempengaruhi kekuatan tulangnya
– Bayi Anda tidak bisa melewati panggul karena ukurannya yang besar atau panggul Anda yang terlalu kecil.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seven − 3 =

%d bloggers like this: