Mengenal Spina Bifida pada Bayi

Loading...

Bagi Anda yang belum mengenal spina bifida pada bayi, maka artikel kali ini sangat cocok untuk Anda karena mungkin saja nantinya Anda bisa mencegah kelainan ini sebelum bayi lahir. Perlu diketahui, spina bifida ialah cacat lahir dengan ditandai oleh terbentuknya celah atau defek pada sumsum tulang belakang dan tulang belakang pada bayi. Kelainan tersebut disebabkan oleh pembentukan sumsum tulang belakang yang tak sempurna pada bayi selama dalam kandungan ibu.

Di kesempatan sebelumnya kami memberitahukan tentang tips agar bayi terlahir tidak cacat yang dapat Anda ikuti supaya buah hati kesayangan bisa lahir dengan selamat dan tanpa kekurangan satu apapun, termasuk spina bifida ini.

Pada kondisi normal, janin akan membentuk tabung saraf yang nantinya berkembang menjadi sistem saraf dan tulang belakang. Apabila proses ini tidak berjalan dengan sempurna, maka beberapa ruas tulang belakang tidak mampu menutup dengan sempurna sehingga menciptakan celah.

Struktur Tulang Belakang
Tulang belakng akan melindungi kanal spinal yang berisikan cairan otak dan sumsum tulang belakang. Sumsum tulang belakang ini berisikan kumpulan serabut saraf yang menghubungkan otak dengan beragam organ di tubuh. Di dalam kanal spinal, saraf dilapisi oleh selaput yang diberi nama meningen. Diluar dari tulang belakang ini terdapat jaringan kulit. Jika celah ini mencapai sebagian jaringan kulit, contohnya kulit di bagian punggung bawah, cairan otak yang mengelilingi sumsum tulang belakang bisa mendorongnya sehingga terbentuk kantung yang bisa terlihat di punggung bawah.

Penyebab dan Faktor Spina Bifida
Walaupun penyebab spina bifida belum bisa diketahui secara jelas, namun terdapat sejumlah faktor yang bisa meningkatkan resiko terjadinya kecacatan ini. Diantaranya yaitu:
– Jenis kelamin. Kondisi spina bifida lebih sering dialami oleh bayi perempuan

– Faktor keturunan. Orang tua yang pernah mempunyai anak dengan spina bifida memiliki resiko lebih tinggi untuk memiliki bayi dengan kelainan yang sama

– Diabetes. Wanita yang mengidap diabetes mempunyai resiko lebih tinggi untuk melahirkan bayi dengan spina bifida

– Obatan-obatan tertentu, terutama asam valproat dan carbamazepine yang sering dipakai untuk gangguan mental atau epilepsi, seperti gangguan bipolar

– Obesitas. Kegemukan berlebihan saat hamil akan meningkatkan risiko seorang wanita untuk mempunyai bayi dengan kecacatan tabung saraf

– Kekurangan asam folat. Mempunyai kadar asam folat yang cukup terutama sebelum dan saat hamil sangat penting untuk menurunkan risiko bayi lahir dengan kelainan spina bifida

Bagi Anda yang merasa mempunyai faktor-faktor di atas sangat dianjurkan untuk mendiskusikannya dengan dokter kandungan supaya langkah pencegahan bisa dilakukan, khususnya bagi wanita yang sedang merencanakan kehamilan.

Pencegahan Spina Bifida
Langkah utama untuk mencegah terjadinya spina bifida yaitu dengan mencukupi kebutuhan asam folat, khususnya selama masa kehamilan. Konsumsi zat ini biasanya dianjurkan sejak sebelum masa kehamilan. Dosis asam folat yang dianjurkan ialah sebanyak 400 mikrogram per hari.

Bukan hanya ibu hamil atau wanita yang sedang merencanakan kehamilan, ada pula wanita pada usia subur juga disarankan untuk mengonsumsi suplemen asam folat. Zat ini bisa diperoleh secara alami dari makanan, seperti kuning telur, bayam, kacang-kacangan, dan brokoli.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

six − four =

%d bloggers like this: