Apa itu Oligohidramnios?

Loading...

Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas tentang apa itu oligohidramnios. Bagi Anda yang belum tahu, istilah oligohidramnios atau oligohidramnion ialah kondisi kekurangan atau penurunan cairan amnion (ketuban) yang mengelilingi janin dalam rahim. Kondisi ini bisa menyebabkan gangguan saat persalinan, atau bahkan kematian bayi.

Seperti yang telah diketahui, Anda perlu mengambil langkah serius jika menyangkut tentang ketuban karena bisa jadi gangguan air ketuban tersebut dapat menyebabkan pecah ketuban sebelum waktunya. Cairan ketuban berperan penting untuk melindungi bayi dari infeksi atau guncangan, serta membantu menjaga suhu dalam rahim, mencegah tekanan pada tali pusar yang bisa mengganggu pasokan oksigen pada bayi, membantu sistem pencernaan dan pernapasan janin, hingga memungkinkan bayi untuk bergerak agar otot dan tulang terus berkembang.

Pengertian Oligohidramnios
Oligohidramnios atau berkurangnya cairan ketuban dalam kandungan bisa menghambat berbagai fungsi di atas, memberi tekanan pada tali pusar, menyebabkan cacat janin, bahkan parahnya bisa menyebabkan kematian. Bukan hanya itu, kadar cairan ketuban yang rendah beresiko memicu kontraksi rahim karena pergerakan rahim yang bisa menekan tali pusar.

Kantung ketuban akan terbentuk 12 hari setelah terjadi proses pembuahan dengan cairan ketuban untuk mendukung kehidupan bayi dalam kandungan. Saat trimester kedua, bayi akan mulai bernapas melalui plasenta sang ibu. Ketika usia kehamilan 34 hingga 36 minggu, seorang wanita hamil rata-rata membawa sebanyak 1 liter cairan ketuban dalam kandungannya. Kemudian, cairan ini perlahan akan berkurang sampai waktu persalinan tiba.

Penyebab dan Resiko Oligohidramnios
Oleh karena itu, kadar cairan ketuban dalam kadar normal sangat penting untuk mendukung perkembangan janin. Dokter bisa mengukur normal atau tidaknya kadar cairan ketuban ini dengan cara mengevaluasi indeks cairan ketuban lewat USG. Oligohidramnios bisa diindikasikan dengan:
– Indeks cairan ketuban menampilkan kadar cairan kurang dari 5 cm pada akhir trimester kedua
– Ketika usia kehamilan 32 hingga 36 minggu, jumlah cairan ketuban sekitar 500 ml atau kurang

Sedangkan cairan ketuban yang kadarnya terlalu tinggi di kandungan disebut polihidramnion.
Oligohidramnios dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti kelainan bawaan pada janin, gangguan plasenta, bocornya kantung ketuban, ketuban pecah dini, persalinan yang lewat dari tanggal perkiraan, diabetes, hipertensi, preeklampsia, hipoksia kronis, dan dehidrasi. Kondisi ini bisa terjadi kapanpun, namun paling umum terjadi saat trimester ketiga kehamilan.

Bukan hanya itu, orang yang mengandung lebih dari dari satu anak atau bayi kembar yang juga beresiko mengalami oligohidramnios. Oligohidramnios bisa menyebabkan komplikasi sekitar 12 % kehamilan yang berumur 41 minggu ke atas. Bahkan resiko keguguran pada kehamilan akan meningkat jika wanita hamil mengalami oligohidramnios.

Sekitar kasus 90% kehamilan dengan kondisi oligohidramnios dilaporkan mengalami keguguran akibat cacat bawaan janin. Oleh karena itu, jika kondisi oligohidramnios ini baru terdiagnosis ketika menjelang trimester akhir kehamilan, maka resiko kelahiran prematur sehingga prosedur caesar saat melahirkan semakin tinggi pula.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × one =

%d bloggers like this: