Bahaya Alkohol Untuk Kehamilan

Loading...

Sampai saat ini, beberapa ahli kesehatan belum bisa memastikan seberapa aman minuman yang mengandung alkohol bagi wanita hamil beserta janin di dalamnya. Oleh karena itu, langkah paling aman ialah dengan menghindari minum alkohol saat hamil dan setelah melahirkan. Bagi Anda yang belum dengan bahaya alkohol untuk kehamilan, maka Anda bisa membaca penjelasannya di artikel kami kali ini.

Minuman alkohol yang terasa memabukkan memang menjadi pantangan untuk ibu hamil, selain larangan merokok maupun memakan makanan yang mentah atau setengah matang. Semua pantangan yang dilarang tersebut bertujuan untuk menjaga keselamatan janin yang dikandung beserta ibu yang mengandungnya.

Namun, perdebatan mengenai masalah diperbolehkan minum alkohol saat mengandung seolah tak pernah habis sampai sekarang. Sebagian ahli kesehatan mengemukakan bahwa meminum alkohol selama mengandung diperkenankan asal masih dalam jumlah terbatas agar tidak membahayakan kesehatan janin. Tapi sebagian lainnya menentang keras pendapat itu.

Batasan Alkohol yang Bisa Dikonsumsi
Minum alkohol selama waktu hamil dalam jumlah tertentu bisa menyebabkan kelainan bawaan atau cacat lahir pada bayi. Walau demikian, sampai detik ini belum ada penelitian khusus yang berhasil membuktikan tentang mengonsumsi sedikit alkohol juga berdampak sama bagi janin. Selain itu, belum ada penelitian yang pasti yang bisa memberikan batasan jumlah alkohol untuk dikonsumsi ibu hamil.

Tak bisa dimungkiri bahwa untuk menentukan batasan konsumsi alkohol yang aman bagi wanita hamil itu terbilang cukup susah. Hal tersebut karena tiap wanita mempunyai kadar resistensi berbeda-beda terhadap minuman yang mengandung alkohol. Beberapa wanita hamil memiliki enzim pemecah alkohol ditubuhnya yang lebih rendah dari batas normal, sehingga cairan tersebut mengendap lebih lama di aliran darah dan membahayakan kondisi janin.

Faktor tersebut yang membuat pakar kesehatan lebih menyarankan untuk tidak minum alkohol ketika hamil demi kesehatan janin yang dikandungnya. Namun, jika Anda tetap memilih untuk meminum alkohol, pastikan untuk tidak berlebihan. Takaran yang dianjurkan untuk sekali minum ialah setengah kaleng bir atau sekitar 236 ml yang mengandung maksimal 3,5 % kadar alkohol dalam satuan volume.

Selain itu, frekuensi mengonsumsi minuman alkohol dibatasi maksimal dua kali seminggu. Walaupun demikian, ibu hamil tetap disarankan untuk tidak meminum alkohol ketika mengandung selama tiga bulan pertama masa kehamilan untuk menghindari terjadinya keguguran dan kelahiran prematur.

Efek Alkohol pada Janin
Meminum alkohol berdampak buruk bagi kesehatan hati. Hati ialah organ tubuh manusia yang memerlukan waktu paling lama berkembang. Fungsi hati pada janin baru tumbuh sempurna di tahap-tahap akhir kehamilan. Ketika wanita hamil nekat mengonsumsi alkohol, aliran darah yang membawa alkohol akan melalui plasenta hingga ke janin.

Saat itulah, hati bayi belum bisa memproses alkohol seperti tubuh orang dewasa. Kalau kadar alkohol terlalu banyak, maka hal itu bisa mempengaruhi perkembangan sel-sel tubuh bayi. Minum alkohol selama kehamilan secara berlebihan, mempunyai resiko merusak sistem saraf bayi. Kondisi tersebut yang membuat bayi rentan mengalami sindrom alkohol atau FAS pada janin. FAS atau Fetal Alcohol Syndrome mengakibatkan cacat lahir, sulit belajar, dan masalah sosialisasi anak ketika dewasa.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 − three =

%d bloggers like this: