Bolehkah Teh Menjadi Pengganti Susu Anak?

Loading...

Tidak sedikit kita menjumpai anak-anak yang tidak suka minum susu. Ada yang memang alergi dengan susu formula atau susu sapi segar, dan ada pula yang memang tidak hobi karena tidak suka bau tau rasanya. Sebagai orang tua, mungkin Anda akan mencari minuman alternatif untuk si kecil dan tidak sedikit pula mereka mengganti susu dengan minuman teh. Namun bolehkah teh menjadi pengganti susu anak?

Terkadang, ada beberapa jenis teh yang mengandung kafein tinggi sehingga menjadi minuman yang menyebabkan keguguran. Maka dari itu, teh belum bisa diberikan terlalu sering kepada anak mengandung kafein dan tanin yang cukup tinggi. kandungan tanin dalam jumlah tertentu bisa menyebabkan gangguan penyerapan zat besi dan kalsium dalam organ usus.

Dalam jangka panjang mengonsumsi teh bisa menyebabkan anemia. Anemia atau defisiensi zat besi sehingga membuat anak cepat lelah, lemah, letih, serta mengurangi konsentrasinya dalam belajar. Sementara itu, kalsium merupakan mineral dalam susu yang berperan penting dalam pertumbuhan tulang dan gigi anak.

Batasan Minum Teh untuk Anak
Sampai saat ini, tidak ada pedoman atau petunjuk dari organisasi kesehatan resmi yang berisi anjuran kapan dan berapa banyak takaran teh yang aman untuk dikonsumsi anak. Yang jelas, WHO pernah menyarankan dalam pedoman pemberian MPASI jika anak dibawah dua tahun tidak dianjurkan meminum teh. Sebenarnya, teh tidak berbahaya bagi anak jika tidak dikonsumsi secara berlebihan. Namun, manfaat konsumsi teh secara rutin pada anak kecil pun belum terbukti.

Meski demikian, ada beberapa aturan jika anak tetap ingin minum teh yang akan kami jabarkan di bawah ini:

1. Perhatikan Jumlah atau Frekuensinya
Setidaknya cukup satu kali saja anak minum teh setiap harinya. Jika hanya satu kali sehari, tidak perlu khawatir bisa menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan seperti yang dijelaskan di awal.

2. Perhatikan Kepekatannya
Untuk anak-anak, proses penyeduhan teh cukup satu atau dua menit saja. Jika dirasa aroma dan rasanya sudah sedap, Anda bisa langsung mengangkat kantung teh. Apabila menggunakan teh celup, maka celupkan beberapa kali saja. Jangan sampai teh dibiarkan dalam gelas hingga warnanya menjadi pekat. Semakin pekat warnanya maka semakin banyak pula kandungan tanin di dalamnya. Oleh karena itu, anak tidak dianjurkan minum teh yang terlalu pekat.

Teh yang sudah dibuat pun sebaiknya langsung dihabiskan. Kemudian, teh celup yang diseduh berkali-kali juga tidak boleh karena sebagian besar antioksidannya sudah habis. Oleh karena itu, menyeduh teh sebaiknya hanya sekali sehingga kantung dan ampasnya langsung dibuang.

3. Tak Perlu Tambah Gula
Sebaiknya anak tidak dibiasakan minum teh dengan gula tambahan supaya terhindar dari penumpukan kalori. Apabila anak terlanjur tahu dan menyukai teh manis, maka gula dapat diberikan dalam jumlah seminimal mungkin. Anda juga bisa mencontohkan penerapan pola makan dan minum yang baik supaya anak-anak bisa meniru kebiasan hidup sehat.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × one =

%d bloggers like this: