Mengenai Microcephaly

Loading...

Microcephaly merupakan kondisi langka dimana sistem saraf tidak normal yang menyebabkan ukuran kepala bayi jauh lebih kecil dibandingkan ukuran normal pada umumnya. Biasanya kondisi menjadi hasil dari perkembangan otak yang tidak normal ketika bayi di dalam rahim atau bisa juga otak tidak berkembang sebagaimana mestinya setelah ia dilahirkan. Selain itu, jika Anda ingin lebih mengenal microcephaly lebih dalam, mari simak penjelasannya di bawah ini.

Apabila Anda sudah mengetahui ciri-ciri Hidrosefalus yang berarti pembesaran kepala yang dikarenakan gangguan pengaliran cairan pada otak, maka istilah microcephaly bisa muncul dari beberapa penyebab.

Berbagai macam faktor lingkungan dan keturunan pun bisa menjadi penyebab munculnya microcephaly. Beberapa anak yang mengidap microcephaly mempunyai perkembangan dan intelegensi yang normal, walaupun kepala mereka berukuran lebih kecil dari ukuran normal.

Tetapi, ada sejumlah komplikasi yang beresiko di alami oleh anak penderita microcephaly seperti:
– Hiperaktif
– Keterbelakangan mental
– Kejang-kejang
– Perubahan bentuk wajah
– Ukuran tubuh menjadi kerdil atau pendek
– Gangguan keseimbangan dan koordinasi tubuh
– Perkembangan terhambat

Gejala Microcephaly
Seperti yang telah diketahui, gejala ialah sesuatu yang dirasakan oleh penderita. Dan untuk pengidap microcephaly, gejala dan tanda yang timbul ialah ukuran kepalanya jauh lebih mungil dibandingkan orang pada umumnya. Besar kepala ini dapat dilihat dari ukuran lingkar kepala bagian atas.

Sedangkan gejala lainnya yang di rasakan oleh si penderita microcephaly ialah:
– Kehilangan pendengaran
– Gangguan berbicara dan penglihatan
– Kesulitan menelan dan makan
– Senang bergerak aktif
– Kejang-kejang
– Tinggi badan susah berkembang
– Sulit menjaga keseimbangan

Penyebab Microcephaly
Microcephaly ialah hasil perkembangan otak yang tidak normal yang dapat terjadi saat bayi masih berada di dalam rahim atau setelah keluar dari perut ibunya.

Beberapa penyebab microcephaly bisa Anda ketahui dari informasi berikut ini:
– Paparan narkoba, alkohol, dan racun kimia pada rahim
– Kromosom tidak normal
– Malnutrisi parah
– Menurunnya kadar oksigen ke otak janin
– Craniosynostosis yang berarti peleburan persendian antar lempeng tulang tengkorak yang terlalu cepat.
– Genetis atau faktor keturunan karena adanya gen yang tidak normal dalam satu keluarga
– Lingkungan, seperti infeksi virus, parasit, dan sebagainya.

Diagnosa Microcephaly
Diagnosa bisa diartikan sebagai langkah dokter untuk mengenal penyakit atau kondisi kesehatan tertentu berdasarkan riwayat penyakit, gejala dan tanda klinis yang dialami oleh pasien serta pemeriksaan penunjang jika diperlukan. Tindakan yang umumnya dilakukan dokter untuk mendiagnosis microcephaly yaitu memeriksa rekam medis pasien sebelum dilahirkan, sesudah dilahirkan, dan catatan medis riwayat keluarga.

Selain itu, microcephaly juga dapat dilihat sebelum bayi dilahirkan dengan uji pencitraan USG. Hasil pengujian ini akan memperlihatkan ukuran kepala bayi lebih kecil dari ukuran seharusnya di dalam kandungan.

Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada pasien dan melakukan pengukuran kepala pasien. Apabila telah melakukan pemeriksaan secara fisik, dokter akan meminta pasien untuk menjalani uji pencitraan kepala seperti MRI, tes darah dan CT Scan.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 + three =

%d bloggers like this: