Manfaat Menyimpan Tali Pusar

Loading...

Setiap bayi yang dilahirkan ke dunia, pasti mereka membawa tali pusar yang biasanya dikubur oleh para orang tua dan diberi lampu. Padahal, bila ditelisik lebih dalam, tali pusar memiliki jutaan sel punca atau stem cell yang masih bisa dimanfaatkan oleh ibu dan anak dimasa depan. Bagi Anda yang ingin lebih tahu tentang sel punca dan manfaat menyimpan tali pusar, Anda bisa membaca informasi selengkapnya pada artikel di bawah ini.

Seperti sebelumnya kita telah membahas pro dan kontro lotus birth yang membiarkan tali pusar masih terhubung dengan plasenta selama beberapa hari hingga tali pusar itu mengering dan terputus sendiri. Namun, jika Anda masih ingin memotong tali pusar bayi setelah ia dilahirkan, maka Anda bisa menyimpannya dan digunakan dilain waktu.

Beberapa Manfaat Menyimpan Tali Pusar
Ketika bayi masih dalam kandungan, makanan yang Anda konsumsi akan sampai pada janin melalui tali pusar. Ternyata, manfaat tali pusar tidak berhenti di di dalam kandungan saja, melainkan bisa digunakan apabila si kecil membutuhkannya. Bagian yang di simpan ini ialah sel punca atau lebih sering dikenal stem cell.

Menurut Li Ming Ming, PhD., selaku direktur laboratorium Cordlife Group Limited, sel punca bisa membelah diri dan berkemban menjadi beragam macam sel di dalam tubuh. Potensi inilah yang membuat sel punca bisa digunakan saat anak sedang menderita penyakit serius seperti leukimia dan thalasemia. Bukan hanya itu, sel punca juga dapat dimanfaatkan untuk anak dengan cerebral palsy.

Sementara itu, beberapa waktu terakhir, semakin banyak diketahui manfaat sel punca dalam darah tali pusar. Sejak awal tahun 2000-an, para ilmuwan sudah menunjukkan bahwa sel punca bisa menjadi pengobatan dalam berbagai jenis penyakit berat seperti serangan jantung, cedera tulang belakang, dan saat ini sedang dilakukan tahap uji klinis penyakit lainnya seperti alzaimers, cystic fibrosis, hingga diabetes.

Selain manfaat di atas, berikut ini manfaat lainnya dari menyimpan tali pusar:

1. Sel darah tali pusar lebih mudah dan primitif
Apabila dibandingkan dengan tempat berasal sel punca lainnya, misalnya dari sumsum tulang dan darah tepi, sel punca darah tali pusar mempunyai engraftment yang lebih tinggi. Dalam hal ini, sel punca darah tali pusar memiliki waktu pertumbuhan meregenerasi lebih cepat dengan produksi sel darah yang sehat, dan juga lebih toleran terhadap ketidaksesuaian jaringan.

2. Garansi kecocokan untuk transplantasi secara autologus
Transplantasi autologus bisa diartikan dengan donor dan penerima sel punca ialah orang yang sama. Tali pusar yang Anda simpan sekarang untuk bayi Anda ialah sumber medis yang potensial di masa depan. Oleh karena itu, Anda tidak perlu membutuhkan pencocokan yang ketat dibandingkan metode lainnya.

3. Resiko GvHD yang Rendah
Gravt vs Host Disease atau GvHD ialah komplikasi yang paling sering muncul saat sel imun dari donor menyerang jaringan si penerima sendiri. Biasanya kondisi ini muncul jika donor transplant dan penerimanya ialah orang yang berbeda.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − 5 =

%d bloggers like this: