Mengenal Lebih Jauh Episiotomi

Loading...

Satu hal yang menjadi ketakutan utama para ibu hamil saat proses bersalin adalah episiotomi. Saat ini memang banyak sekali pandangan di masyarakat luas yang mengatakan jika persalinan harus dilakukan melalui episiotomi. Terbayang akan rasa sakit yang teramat sangat saat proses episiotomi memang selalui menghantui para ibu hamil sehingga justru berbalik membuat proses melahirkan jadi tidak lancar. Untuk menghindari hal ini, ada baiknya Anda mengenal lebih jauh episiotomi tersebut.

Setelah Anda lebih paham mengenai episiotomi, mungkin nantinya Anda akan mulai mencari informasi lainnya mengenai tips melahirkan normal tanpa jahitan. Kenapa? Karena episiotomi adalah proses sayatan atau pengguntingan pada area kewanitaan yang dilakukan agar memberi jalan lahir bagi bayi Anda kelak. Dulu, episiotomi ialah bagian yang tidak terpisahkan dari proses persalinan. Namun semakin berkembangnya zaman, prosedur ini hanya direkomendasikan untuk kasus-kasus tertentu saja.

Selain itu, proses episiotomi juga dianggap bermanfaat untuk mencegah melebarnya robekan pada miss V pada saat melahirkan. Bahkan zaman dulu, episiotomi dianggap mampu menjaga supaya kandung kemih dan rektum wanita tetap berada di tempatnya setelah anak lahir. Tapi kini, penelitian ahli membuktikan bahwa manfaat tersebut tidak terbukti.

Kenapa harus dilakukan episiotomi?
Di masa sekarang, episiotomi hanya dijalankan pada sekitar 1 dari 7 wanita dalam proses persalinan yang bertujuan supaya jalan lahir bayi keluar menjadi lebih leluasa, sehingga si kecil bisa keluar dengan cepat.

Namun perlu diketahui, episiotomi akan diterapkan pada kondisi-kondisi tertentu saja seperti:
– Foetal distress atau gawat janin yang berarti bayi tidak mendapat oksigen yang cukup, sehingga harus dikeluarkan segera mungkin agar terhindar dari resiko lahir dalam kondisi meninggal atau cacat. Keadaan ini juga ditandai dengan peningkatan dan penurunan detak jantung yang drastis.

– Apabila operasi caesar tidak bisa dijalani karena kepala bayi telah bergerak turun ke jalan lahir.

– Perlu dijalankannya instrumen lain seperti vakum atau forsep untuk mengeluarkan bayi, alhasil miss V perlu dilebarkan lagi.

– Bayi dalam posisi sungsang.

– Ibu sudah sangat lelah karena mengejan selama berjam-jam

– Ibu mengalami penyakit serius, seperti sakit jantung.

Pada dasarnya, episiotomi merupakan operasi yang tergolong sederhana. Dokter pun akan menyuntikkan bius lokal ke area kewanitaan supaya pasien tidak terasa sakit. Dokter lalu akan membuat sayatan yang nantinya akan dijahit lagi setelah bayi lahir.

Cara jitu agar terhindar dari episiotomi?
Mungkin dari penjelasan di atas, para ibu hamil merasa takut akan sakit yang luar biasa karena proses episiotomi itu. Lantas apa yang bisa dilakukan supaya saat proses melahirkan nanti terhindari dari proses sayatan itu? Jawabannya ialah tentu saja ada.

Anda perlu melakukan pijatan perineum saat dua bulan terakhir menjelang persalinan atau latihan Kegel, apalagi pada fase relaksasi, bisa menghindari episiotomi. Kemudian, Anda bisa menggunakan kompres hangat untuk membantu perineum relaks. Saat bayi akan keluar, dokter maupun bidan akan menahan perineum dengan jari mereka.

Namun tindakan yang paling efektif menghindari tindakan episiotomi ialah dengan melakukan proses persalinan yang benar, contohnya perlahan-lahan mengeluarkan kepala bayi sesuai dengan tingkatan pembukaan miss V. Lebih baik menekan secara alamiah yang akan Anda alami dan hindari tekanan yang terlalu dipaksakan.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen + thirteen =

%d bloggers like this: