Perawatan Pasca Kuret Agar Cepat Pulih

Loading...

Prosedur kuret dilakukan karena berbagai alasan. Apabila Anda atau keluarga dekat harus menjalaninya, penting untuk mengetahui perawatan pasca kuret agar cepat pulih. Tak bisa dipungkiri memang tindakan kuret sering menimbulkan rasa sakit yang berkepanjangan di area perut wanita. Karenanya, Anda perlu mengetahui apa saja yang harus dilakukan supaya hal-hal yang tidak mengenakkan itu segera pergi dari tubuh. Baca juga: Mengapa Harus Melakukan Kuret Setelah Keguguran?

Dilation and Curretage (D&C) atau lebih dikenal dengan prosedur kuret ialah proses dimana pengangkatan jaringan dari dalam rahim setelah melakukan aborsi, keguguran, tindakan diagnosis, atau mengatasi gangguan rahim lainnya. Ketika melakukan prosedur kuret tersebut, dokter akan memakai peralatan bedah tertentu untuk mengangkat jaringan rahim.

Pada umumnya, setelah kuret, Anda akan merasakan rasa lelah dan kram ringan di sekitar perut. Hal ini memang biasa terjadi sekitar 1-2 harian. Selain itu, sebagian wanita juga kerap mengalami pendarahan ringan. Oleh karena itu, ketahui tips-tips perawatan pasca kuret agar cepat pulih di bawah ini:
· Tunda hubungan intim bersama pasangan kurang lebih tiga hari atau sesuai dengan saran dokter.

· Gunakan pembalut biasa kalau terjadi pendarahan pasca kuret. Lebih baik hindari menggunakan tampon untuk mencegah infeksi.

· Selang beberapa saat setelah kuret, Anda perlu mencoba untuk berdiri lalu berjalan pelan-pelan. Hal ini penting untuk mencegah penggumpalan darah disekitar kaki.

· Anda boleh mengonsumsi ibuprofen atau obat pereda nyeri lainnya sesuai saran dokter, jika merasa perut kram dan terjadi pendarahan ringan setelah kuret.

· Jangan sampai Anda membilas organ kewanitaan dengan sabun pembersih. Kemungkinan juga, dokter akan melarang untuk mandi setelah kuret selama beberapa waktu.

· Istirahat yang cukup sekitar 1-2 hari. Setelah itu, Anda segera bisa beraktivitas secara normal.

· Jikalau dilakukan anastesi umum, kemungkinan Anda mengalami mual dan muntah setelah kuret. Anda juga mudah mengantuk selama beberapa jam pasca prosedur.

· Check up kembali ke dokter untuk konsultasi sesuai jadwal yang ditentukan.

Apabila kuret dilakukan karena keguguran, sebaiknya konsultasikan ke dokter sebelum memulai program hamil. Namun, jika kuret dilakukan dengan tujuan mengambil tumor atau kanker, maka mintalah dokter untuk menunjukkan hasilnya. Jika hasilnya dianggap pra kanker atau kanker serius, biasanya dokter akan menyarankan apakah diperlukan konsultasi terhadap spesialis lebih lanjut.

Pada dasarnya, prosedur kuret sangatlah aman sehingga resiko komplikasi jarang ditemui. Tapi, sangat disarankan untuk meminta keterangan dari dokter mengenai resiko komplikasi tindakan kuret. Walaupun tergolong jarang, infeksi pasca kuret memang bisa saja terjadi.

Bukan hanya itu, tindakan kuret juga bisa saja menyebabkan kerusakan pada leher rahim, sehingga dokter akan memberikan obat ataupun menutup luka dengan jahitan untuk mengatasinya. Apalagi jika Anda mengalami pendarahan berat selama 2 minggu, maka satu-satunya cara yakni mengkonsultasikannya ke dokter.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 + 19 =

%d bloggers like this: