Mengapa Harus Melakukan Kuret Setelah Keguguran?

Loading...

Keguguran ialah satu kondisi yang amat menyakitkan bagi calon ibu. Selain merasakan gangguan psikis, wanita yang mengalami keguguran pun, harus memperhatikan kesehatan fisiknya. Oleh karena itulah, calon ibu giat untuk mempelajari tips dan trik mencegah keguguran. Namun, jika hal ini tetap terjadi, maka mau tak mau, Anda perlu melakukan kuret. Mengapa harus melakukan kuret setelah keguguran?

Apakah Perlu Melakukan Kuret Setelah Keguguran?
Kuret adalah sebuah prosedur operasi yang mana leher rahim wanita dibuka dan bagian dalam rahim akan dibersihkan. Kuret memang perlu dilakukan setelah calon ibu mengalami keguguran untuk membersihkan rahim dengan cara mengangkat jaringan janin yang masih tersisa di dalam rahim.

Prosedur kuret sering disebut dengan kuretase, yang biasanya dilakukan oleh ginekolog selama 10 hingga 15 menit kepada pasien keguguran yang sebelumnya sudah dibius. Namun, perlu diketahui jika tidak semua keguguran perlu dilakukan prosedur kuret ini karena tergantung pada adanya sisa jaringan janin atau tidak di dalam rahim calon ibu.

Jika ada sisa jaringan janin dalam rahim, maka akan menyebabkan pendarahan hebat setelah keguguran, bahkan lebih parah dan rentan terkena infeksi. Alhasil, satu-satunya cara yaitu kuret. Kuret dilakukan demi mencegah sekaligus mengobati banyak kondisi yang dapat terjadi dalam rahim setelah keguguran, seperti infeksi dan pendarahan hebat.

Selain itu, kuret juga bisa dilakukan untuk mendiagnosis atau mengobati pendarahan rahim yang tidak normal, contohnya yang disebabkan oleh pertumbuhan fibroid, ketidakseimbangan hormonal, kanker rahim, atau polip. Kuret pun harus dilakukan setelah proses aborsi.

Apa yang Terjadi Setelah Kuret Dilakukan?
Setelah prosedur kuret dilakukan, biasanya Anda akan merasakan rasa sakit di area perut. Beberapa hal yang dapat Anda rasakan ialah perut kram dan mengeluarkan bercak darah atau pendarahan ringan. Apabila Anda dibius sebelum melakukan prosedur, maka Anda juga bisa merasa mual atau ingin muntah setelah kuret dilakukan.

Kejadian di atas memang normal terjadi setelah Anda melakukan kuret, dan setelah satu atau dua hari kemudian, Anda sudah bisa memulai aktivitas sehari-hari. Namun, kalau Anda mengalami hal-hal di bawah ini setelah melakukan kuret, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter.
· Demam
· Pendarahan hebat berkepanjangan
· Nyeri atau sakit pada perut
· Keputihan yang berbau busuk

Resiko dan Efek Samping Yang Mungkin Timbul Akibat Kuret
Pada umumnya, kuret merupakan prosedur yang aman dan jarang memicu komplikasi. Tetapi, masih ada resiko yang dapat timbul setelah Anda melakukan kuret.

Beberapa resiko dan efek samping yang mungkin terjadi akibat kuret ialah:
· Perforasi rahim atau pelubangan di rahim akibat alat bedah yang menusuk
· Tumbuh jaringan parut pada dinding rahim
· Kerusakan leher rahim robek
· Komplikasi tertentu seperti lubang pada usus
· Infeksi dalam rahim, namun infeksi ini jarang terjadi.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 − 12 =

%d bloggers like this: