Ngidam Dalam Dunia Kedokteran

Loading...

Sejak zaman dulu, masalah ngidap pada ibu hamil terus menjadi misteri dunia kedokteran yang belum terpecahkan. Namun ada pula pendapat bahwa dalam dunia medis tidak mengenal dengan istilah ngidam, serta tidak ada hubungan yang signifikan antara orang yang sedang hamil dengan suatu hal atau benda, yang membuat ibu hamil terjadi ‘contra indikasi’ terhadap sesuatu. Namun sebenarnya, apa maksudnya ngidam dalam dunia kedokteran?

Ngidam, bukan sesuatu yang bisa dijelaskan secara biologis seperti menjadi tanda hamil anak perempuan ketika wanita sedang mengandung. Sampai saat ini, belum ada teori yang benar-benar bisa menjelaskan kondisi tersebut.

Kemungkinan Terjadi Ngidam
Beberapa teori pernah timbul jika ngidam terjadi karena tubuh ibu hamil kekurangan suatu nutrisi sehingga tubuhnya akan memberi sinyal untuk bisa mendapatkan nutrisi tersebut dari makanan tertentu. Jadi tubuh ibu hamil yang membutuhkan nutrisi tertentu akan membuat indra perasa-nya lebih peka, seolah-olah tubuh sedang ngidam.

Contohnya, seorang ibu ngidam mangga muda, maka mungkin saja tubuhnya sedang membutuhkan vitamin C dan serat. Atau bisa saja ibu hamil sedang mengidam martabak, maka tubuhnya sedang butuh karbohidrat.

Kemudian, ngidam terjadi karena keseimbangan hormon yang berubah dalam tubuh ibu hamil sehingga mempengaruhi kinerja indra perasa. Hal ini menyebabkan perubahan dalam cara ibu hamil menanggapi aroma atau rasa makanan tertentu. Keadaan ini juga berpengaruh terhadap selera makannya dan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan ngidam pada ibu hamil.

Waktu Ngidam
Kondisi-kondisi ngidam memang wajar terjadi pada wanita hamil, namun saat yang paling sering terjadi ialah pada trimester pertama kehamilan. Namun terdapat mitos-mitos yang harus diluruskan, contohnya ialah kalau ibu hamil yang sedang ngidam dan keinginannya tidak dituruti maka anaknya akan “ngences” atau “ngiler”. Mitos ini sama sekali tidak benar.

Dalam menghadapi ngidam, ibu hamil harus lebih cermat dan waspada dalam memilih makanannya. Mengidam bukan berarti tidak boleh dituruti, karena ini bisa merupakan sinyal bahwa tubuh ibu hamil mungkin memerlukan nutrisi tertentu. Sementara itu, ibu perlu belajar cerdas untuk memastikan jika asupan nutrisinya tetap seimbang dan sesuai dengan kebutuhan dirinya serta bayi di dalam kandungan.

Kesimpulan
Jadi bisa ditarik kesimpulannya bahwa ngidam itu tidak ada dalam kamus kedokteran alias hanya mitos yang hingga kini masih terbawa bawa,dan melekat pada masyarakat Indonesia. Semakin maju dunia, maka semakin berkurang pula kondisi ngidam yang terjadi pada ibu hamil.

Bahkan di negara negara maju seperti Eropa Barat, Amerika, dan Jepang, ngidam sudah hampir tidak ada lagi. Pengaruh psikis ini dan kehamilan memang sebuah prosesi alamiah yang biasa saja, atau pada wanita yang aktif bekerja tetap dengan aktifitas pekerjaannya sampai ia mendapat cuti hamil.

Meskipun begitu, jika istri Anda mengaku ia sedang ngidam, sebagai suami Anda perlu mengerti mungkin saja ia sedang meminta perhatian dari suaminya.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × five =

%d bloggers like this: