Pro dan Kontra Lotus Birth

Loading...

Seiring berkembangnya zaman, metode persalinan ibu hamil pun semakin banyak pula inovasinya. Setelah metode persalinan water birth dan Hypnobirthing, para ibu hamil pun sedang giat mencari info mengenai Lotus Birth. Namun, sebelum kita membahas lebih lanjut soal pro dan kontra Lotus Birth, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu pengertian Lotus Birth itu sendiri.

Apa itu Lotus Birth?
Lotus Birth merupakan metode melahirkan bayi dengan tetap membiarkan tali pusar masih terhubung dengan plasenta selama beberapa hari. Intinya, tali pusar dan plasenta yang menempel di pusar bayi tidak akan langsung dipotong setelah ibu bersalin, tapi dibiarkan mengering dengan sendirinya yang kemudian terputus sendiri.

Metode Lotus Birth pertama kali diperkenalkan di Amerika, yang mana bayi baru lahir dibiarkan bersama plasenta tanpa dilakukan pemotongan tali pusar. Dalam proses ini, dibutuhkan waktu 3 hingga 10 hari supaya tali pusar terlepas dari umbilicus dengan sendirinya. Lotus Birth dilakukan demi mencegah terjadinya infeksi dari luka yang terbuka, serta menjadi bukti interaksi antara ibu dan bayi secara fisik atau secara emosi.

Prosedur Lotus Birth
Jika seorang wanita melahirkan dengan metode Lotus Birth, tali pusar tidak akan diklem sehingga masih ada sehingga masih ada hubungannya dengan plasenta dan bayi. Biasanya untuk menghilangkan bau tak sedap, plasenta ditempatkan ke dalam baskom atau sebuah mangkok besar, dibiarkan kering dan diberi garam, bunga atau rempah-rempah untuk mengeluarkan wewangian.

Bersalin dengan metode Lotus Birth dipercaya bisa mencegah bayi kekurangan zat besi, dan membuat bayi mempunyai kekebalan tubuh yang tinggi. Hal ini dikarenakan darah yang masih mengalir dari plasenta mampu memberikan tambahan oksigen, antibodi, dan makanan untuk si bayi.

Di Indonesia sendiri, metode Lotus Birth mulai ramai dipratekkan. Prosedur dari Lotus Birth dilakukan berdasarkan tahapan berikut:

· Ketika bayi lahir, tali pusar dibiarkan tetap utuh. Jika tali pusar berada di selingkaran leher bayi, cukup diangkat tali tersebut.
· Tunggu plasenta keluar dari perut ibu secara alami, lalu pindahkan plasenta ke dalam mangkuk dekat sang ibu.
· Tunggu sampai selesai transfusi penuh darah dari pusar ke bayi sebelum menangani plasenta.
· Diharapkan untuk berhati-hati ketika mencuci plasenta, gunakan air hangat dan tepuk lembut sampai plasenta mengering.
· Letakkan plasenta pada kain atau popok yang juga bisa menjadi sirkulasi udara. Untuk mempercepat proses pengeringannya, bisa dengan menaburkan garam pada plasenta. Bisa pula menambahkan aromatherapi untuk menghindari bau.
· Mandikan bayi seperti biasa dan pakaikanlah baju yang longgar.

Pro dan Kontra Lotus Birth
Menurut para ahli, metode Lotus Birth ini mempunyai manfaat untuk perkembangan bayi. Bayi yang dilahirkan dengan metode ini mempunyai perilaku yang lebih tenang, tidur jadi lebih nyenyak dan meminum ASI lebih baik daripada bayi yang dipotong tali pusarnya.

Tetapi tetap saja metode Lotus Birth memiliki pro dan kontra dengan sendirinya. Beberapa ahli evidence based medicine bahkan menolak metode kelahiran Lotus Birth tersebut. Mereka menganggap jika menunda pemotongan plasenta cukup dalam waktu 3 menit saja, supaya bayi bisa menerima kadar zat besi yang lebih tinggi.

Plasenta yang dibiarkan bersama dengan bayi selama beberapa hari akan beresiko terinfeksi mikroba. Hal ini dikhawatirkan akan menginfeksi bayi sebab plasenta berisi darah yang merupakan sumber makanan mikroba. Oleh sebab itu, menurut mereka proses pemotongan tali pusat lebih layak dilakukan untuk menghindari infeksi.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − 13 =

%d bloggers like this: