Meningitis Pada Anak

Loading...

Meningitis merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan infeksi atau radang pada meninges atau selaput pelindung. Selaput ini bertugas untuk melindungi otak dan saraf tulang belakang. Umumnya penyakit ini disebabkan oleh virus atau bakteri. Bakteri dan virus ini akan bergerak menuju meninges melalui aliran darah. Namun sayangnya, bukan hanya orang dewasa saja yang dapat terjangkit penyakit ini, melainkan anak kecil pun dapat mengalaminya.

Meningitis Pada Anak

Meningitis pada anak yang ditularkan lewat virus melalui perantara udara, seperti berasal dari orang yang batuk atau bersin dekat si kecil. Bisa juga karena anak tidak menjaga kebersihan disekitarnya. Sementara meningitis yang disebabkan oleh bakteri bisa disebarkan jika anak tinggal bersama, disentuh, atau dicium pasien penderita meningitis. Bukan hanya itu, anak juga dapat tertular meningitis apabila penderita penyakit ini batuk dan bersin di dekat anak, dan karena menggunakan peralatan makan, minum, dan barang-barang pribadi si penderita meningitis. Baca juga: Tipe-tipe Neuroplastisitas atau Plastisitas Otak

Gejala Meningitis Pada Anak

Tanda-tanda awal meningitis pada anak yang disebabkan oleh bakteri ataupun virus bisa dikatakan cukup sama. Bahkan, ada beberapa gejala yang mirip dengan penyakit lainnya, seperti flu. Kebanyakan gejala meningitis pada anak pun semakin muncul apabila penyakit sudah parah.

Oleh sebab itu, Anda sebagai orang tua sangat dianjurkan untuk segera memasukkan anak ke instalasi gawat darurat apabila dia sudah menunjukkan tanda-tanda menangis ataupun mengerang tidak seperti biasa, napasnya menjadi cepat, demam, muncul bintik atau ruam di kulit, kaki dan tangannya dingin, rewel, kejang-kejang, muntah, sulit bangun, tidak nafsu makan, lesu, sakit kepala, wajah pucat, merasa linglung, leher kaku, serta mengeluhkan cahaya yang mengganggu mata.

Efek Meningitis Pada Anak

Meningitis pada anak yang disebabkan oleh virus biasanya tidak akan menimbulkan komplikasi yang cukup berbahaya, dibandingkan dengan meningitis oleh bakteri. Bahkan, gejala meningitis virus dapat membaik dan hilang dengan sendirinya dalam jangka waktu 10 hari sampai 2 minggu. Anak-anak yang mengidap meningitis oleh virus dapat diobati dengan cara rawat jalan di rumah.

Sementara untuk meningitis pada anak yang disebabkan oleh bakteri dapat menimbulkan komplikasi serius atau parah dalam jangka panjang. Misalnya, tuli,buta, gangguan bicara, masalah otot, kejang-kejang, ketidakmampuan dalam belajar, penurunan fungsi mental, lumpuh, hingga berakibat pada kematian.

Lebih menyeramkan lagi karena meningitis bakteri mampu berkembang dengan sangat cepat, bahkan dalam hitungan jam saja. Jika terlambat,maka dapat menyebabkan kematian walaupun menggunakan perawatan medis paling mutakhir. Namun, dalam kasus yang sangat langka, meningitis pada anak oleh bakteri dapat sembuh kalau anak segera diobati dan ditangani dengan cepat. Anak pun bisa benar-benar pulih setelah direhabilitasi selama beberapa bulan.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen − eleven =

%d bloggers like this: