Apa itu Vaksin HPV?

Loading...

Kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang sangat menakutkan bagi wanita. Salah satu cara untuk menekan resiko terkena penyakit tersebut ialah dengan memberikan vaksin. Sebagian besar, penyakit ini disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui hubungan seksual yakni Human Papillomavirus (HPV). Demi menghindari kanker serviks, vaksin HPV pun diperlukan, baik untuk remaja hingga wanita lanjut usia.

Apa itu Vaksin HPV

Human Papiloma Virus (HPV) ialah virus yang menular lewat hubungan seksual. Virus inilah yang bisa menimbulkan tumbuhnya sel kanker dalam rahim wanita. Virus tersebut juga menjadi penyebab kanker serviks paling utama. Untuk mengurangi resiko kanker rahim dan mencegah penularan virus, dibutuhkan vaksin HPV.

Pemberian vaksin HPV bagi wanita sangat dianjurkan sebanyak tiga dosis dalam tiga kali penggunaan. Vaksin pertama diberikan pada remaja usia 11 atau 12 tahun, kemudian vaksin kedua diberikan satu atau dua bulan setelah vaksin pertama. Dan terakhir, vaksin ketiga diberikan 6 bulan setelah vaksin pertama.

Lantas bagaimana jika terlambat? Dikutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, vaksin HPV bisa diberikan untuk wanita maupun pria sampai berusia 26 tahun. Golongan pria yang direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin HPV ialah pria penyuka sesama jenis atau memiliki gangguan imunitas.

Kemudian, jenis vaksin HPV ada 3 jenis yaitu yang pertama ialah Cervarix. Cervarix digunakan untuk mencegah kanker serviks HPV-16 dan HPV-18, vaksin ini diperuntukkan bagi wanita. Kedua yaitu Gardasil, yang digunakan untuk mencegah kanker dan pra-kanker serviks, vagina, vulva, dan anus. Dan yang terakhir Gardasil 9, memiliki cakupan pencegahan virus HPV lebih luas dan bisa digunakan oleh pria.

Efek Samping Vaksin HPV
Efek samping dari vaksin HPV biasanya terjadi sementara dan tergolong ringan. Beberapa efek yang kerap dikeluhkan ialah bengkak, nyeri, dan kemerahan di sekitar lokasi suntikan dan juga sakit kepala.

Selain itu, efek samping vaksin HPV yang tidak terlalu sering ditemukan yakni berupa demam, mual dan rasa sakit di sekitar lengan, tangan, atau kaki sampai munculnya ruam merah yang gatal-gatal. Lalu, ada pula efek sangat terjadi yakni terhambatnya saluran pernapasan dan kesulitan bernapas.

Walaupun terbilang sangat jarang terjadi, vaksin HPV juga memungkinkan dapat memicu reaksi alergi yang parah dan dikenal dengan alergi anafilaksis yang mengancam keselamatan jiwa. Namun, tidak dipungkiri juga bahwa vaksin HPV bisa menimbulkan alergi jika tidak dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

Walaupun dapat dilakukan oleh setiap wanita dan pria, ada orang-orang tertentu yang tidak harus mendapatkan vaksin HPV yaitu wanita hamil dan orang-orang yang sakit berat. Harga vaksin ini terbilang cukup mahal yaitu Rp 700 ribu per dosis. Namun, harga itu tak sepadan bila dibandingkan dengan harga perawatan setelah terjangkit kanker serviks, biaya vaksin tersebut cukup terjangkau.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × 3 =

%d bloggers like this: