Lama Menyusu Bikin Gigi Anak Berlubang?

Loading...

Salah satu kewajiban wanita setelah melahirkan anaknya adalah menyusui. Dengan menyusui, secara tidak langsung Anda akan memberikan asupan makanan bergizi kepada sang anak untuk membantu pertumbuhannya. Bukan hanya itu, menyusui juga mampu mengurangi tingkat stres Anda atau resiko depresi pasca melahirkan.

Lama Menyusu Bikin Gigi Anak Berlubang

Tidak dipungkiri, ketika Anda selesai melahirkan, pastinya Anda sudah tidak sabar ingin menyusui sang buah hati. Bahkan dari jauh-jauh hari, Anda akan mencari segala seluk-beluk mengenai aktivitas menyusui, seperti makanan yang baik untuk ASI, berbagai gaya menyusui bayi, tips menyusui di tempat umum, dan lainnya. Namun, tahukah Anda jika durasi menyusui terlalu lama, bahkan lebih dari dua tahun, bisa menyebabkan gigi anak berlubang?

Menurut analisa dari tim studi CNN, terdapat 1.129 anak di Pelotas, Brazil yang mengunjungi dokter gigi untuk memeriksa adanya pembusukan, kehilangan, serta bengkak pada permukaan gigi utama, sampai adanya kemungkinan karies dini yang parah. Gangguan karies anak usia dini yang parah diartikan dengan 6 buah atau lebih gigi yang rusak, hilang, atau bengkak. Sekitar 23,9 % anak mempunyai lubang gigi parah dan 48 % yang memiliki satu gigi yang berlubang.

Anak yang mendapatkan ASI selama dua tahun lamanya akan memiliki resiko 2,4 kali lipat lebih besar mengalami gigi berlubang yang parah, dibandingkan dengan anak yang menyusui kurang dari satu tahun. Hal ini juga didukung oleh Dr. Karen Peres dari Universitas of Adelaide, Australia bahwa adanya beberapa alasan kenapa gigi anak dapat berlubang jika menyusu terlalu lama.

Penyebabnya yaitu anak yang menyusu lebih dari 2 tahun, biasanya akan menyusu di malam hari. Kemudian, frekuensi menyusu lebih tinggi karena kebiasaan dilakukan di malam hari sehingga anak sukar membersihkan gigi mereka dan dampak gigi berlubang saat usia mereka mulai beranjak 5 tahun ke atas.

Namun ada pula penelitian yang menunjukkan bahwa menyusu selama 12 sampai 23 bulan tidak akan memberikan resiko gigi berlubang lebih besar. Yang dimaksudkan dari penelitian ini adalah sekitar seperempat anak yang menyusu selama 24 bulan atau lebih. Apalagi Dr. Ruchi Sahota selaku dokter gigi mengungkapkan bahwa menyusu tidak memberi banyak manfaat terkait kesehatan gigi anak.

Seperti yang telah diketahui sebelumnya, ASI mempunyai banyak kandungan gula yang membuat bayi menjadi senang. Selain itu, ada pula yang penting Anda lakukan yaitu, sebaiknya Anda mengusap gusi bayi setelah mereka menyusu. Lalu, Anda dapat mengajarkan anak untuk menggosok giginya dua kali sehari dengan jumlah pasta gigi seukuran biji beras yang mengandung florida.

Jadi kesimpulannya, alangkah baiknya jika Anda tidak memberikan ASI berlebih di malam hari atau biasakan sejak dini berkumur atau membersihkan gigi malam hari supaya gigi anak tidak berlubang. Atau Anda bisa kurangi saja frekuensi menyusui anak sehingga risiko gigi berlubang dapat berkurang.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty + 6 =

%d bloggers like this: