Apa Itu Gerakan Anti Vaksin?

Loading...

Gerakan Anti Vaksin merupakan gerakan penolakan vaksin yang dilakukan oleh para orang tua karena berbagai alasan. Alasan yang paling umum dikemukakan oleh para anti vaksin ini ialah bahan yang terdapat di dalam vaksin akan memicu penyakit lainnya seperti ADHD, autisme, cacat fisik, dan masih banyak lagi. Padahal semua anggapan mereka tidak benar adanya karena vaksin justru telah menyelamatkan jutaan anak dari wabah penyakit mematikan.

Apa Itu Gerakan Anti Vaksin

Di Indonesia sendiri, gerakan anti vaksin semakin mencuat lantaran ada beberapa selebriti yang melakukan aksi tersebut terhadap anak-anak mereka. Hal ini bukan hanya terjadi di Indonesia saja, ada pula tokoh atau selebriti dunia yang menjadi aktivis gerakan anti vaksin seperti Alicia Silverstone, Jenny McCarthy, Jim Carrey, hingga Donald Trump sebelum ia menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat. Baca juga: 5 Jenis Vaksin Imunisasi Dasar Lengkap

Gerakan anti vaksin ini mau tidak mau membuat kewalahan para dokter di seluruh dunia, termasuk di Tanah Air. Seperti yang telah diketahui bahwa dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K), pendiri dari Rumah Vaksinasi, menjadi salah satu sosok yang paling gigih memperjuangkan hak anak-anak Indonesia supaya mendapatkan vaksin lengkap. Hal ini bukan tanpa alasan, karena anak-anak kita ini akan mengidap penyakit berbahaya jika tidak diberi vaksin.

Akibat Gerakan Anti Vaksin
Nyatanya, gerakan anti vaksin ini menimbulkan banyak masalah. Pada tahun 2012 lalu, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat mengungkapkan bahwa angka vaksinasi di wilayah provinsi tersebut merosot 60%. Ditahun yang sama juga, gerakan anti vaksin memang sedang giat-giatnya diberikan oleh para tokoh agama. Berbagai macam upaya pun dilakukan supaya masyarakat kembali ingin melakukan vaksinasi, khususnya untuk anak-anak.

Hal yang paling dikhawatirkan dari gerakan anti vaksin pun muncul ke permukaan. Dua tahun kemudian, tepatnya tahun 2014 di Padang, ditemukan sebanyak 902 kasus difteri. Penyakit yang seharusnya sudah langka dan dapat dicegah oleh vaksin tersebut hadir kembali. Mewabahnya difteri membuat Walikota Padang memasukkannya ke dalam kategori Kejadian Luar Biasa. Banyak rumah sakit yang harus menyediakan ruang-ruang isolasi untuk pasien difteri sebab penyakit ini sangat mudah menular lewat udara.

Jika sudah begitu, mereka yang tidak diberi vaksin justru dapat membahayakan kesehatan orang lain. Bahkan kesehatan orang yang telah divaksinasi pun terancam jika mayoritas orang di sekelilingnya tidak vaksinasi.

Nah, bagi orang tua yang masih ngotot untuk tidak memberikan vaksin kepada buah hati Anda, sebaiknya hentikanlah gerakan anti vaksin yang sangat berbahaya ini. Apabila anak sudah sakit, jangan sampai menyesal belakangan. Padahal kesehatan anak adalah tanggung jawab penuh untuk kita sebagai orang tua. Vaksin tidak sekedar melindungi anak Anda, tetapi juga kesehatan kerabat Anda yang lainnya.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven − 3 =

%d bloggers like this: