Penyebab & Bahaya ASI Bercampur Darah

Loading...

Menyusui dan memberikan ASI untuk buah hati kesayangan memang aktivitas wajib seorang ibu. Hal ini juga menjadi aktivitas menyenangkan karena interaksi antara ibu dan anaknya pun semakin dekat. Namun sayangnya, ada pula kondisi dimana seorang wanita disaat memberikan ASI pada bayinya, warna susu tidak seperti biasanya karena sedikit kemerahan seperti bercampur dengan darah. Jika Anda mengalami hal ini, mungkin Anda jadi panik dan khawatir pada kesehatan bayi yang meminum ASI tersebut.

Penyebab & Bahaya ASI Bercampur Darah

Ada saat-saat dimana Anda sedang memompa ASI menggunakan alat pompa, terkadang timbul masalah yang mengejutkan Anda, salah satunya yaitu darah yang tercampur dengan ASI. Anda langsung khawatir akan kualitas ASI tersebut rusak atau tidak higienis sehingga Anda memilih untuk tidak menyimpannya.

Sebenarnya, apabila kondisi tubuh ibu menyusui dalam keadaan sehat, maka memberikan ASI yang ada sedikit darahnya sangat aman untuk diberikan kepada bayinya. Tetapi, untuk mengetahui aman atau tidaknya, perlu dicari terlebih dahulu apa penyebabnya. Kalau hanya beberapa tetes saja, hal tersebut bukan menjadi masalah besar. Mungkin saja darah keluar dari luka yang berada di sekitar dada atau bisa juga dikarenakan oleh ketidakcocokan dada dengan alat pompa ASI. Baca juga: Alasan Mengapa Ibu Sebaiknya Tidak Memberikan ASI

Selama luka tidak terlalu besar dan darah yang keluar pun tidak banyak, maka alat pompa dan ASI yang dihasilkan pun masih dapat digunakan. Selama Anda tidak mengidap penyakit berbahaya seperti HIC, Sepsis, atau Hepatitis B, ASI masih tergolong aman untuk dikonsumsi bayi Anda.

Penyebab ASI Bercampur Darah
ASI tidak akan bercampur darah jika tidak ada gangguan kesehatan yang muncul ditubuh sang ibu. Maka dari itu, sebaiknya Anda mengetahui apa saja penyebab ASI bercampur darah tersebut. Penyebab ASI Bercampur darah antara lain:

1. Adanya Resiko Tumor Jinak
Perkembangan tumor jinak di dalam dada yang disebut fibrokistik atau Pepilloma Intraductal di saluran ASI dapat menyebabkan munculnya darah bersama ASI. Biasanya, kondisi ini sering tidak disadari karena hanya terjadi pada satu sisi dada saja. Darah yang keluar juga akan hilang sendirinya walaupun tanpa dilakukan pengobatan sekalipun.

2. Pembengkakan Pembuluh Darah
Kondisi ini sering disebut juga dengan istilah sindrom rusty pipe, yakni kondisi di mana aliran darah ke dada meningkat seiring dengan perkembangan jaringan di dada. Umumnya sindrom ini terjadi pada awal melahirkan dan akan sembuh sendiri tanpa pengobatan khusus dalam waktu seminggu setelah melahirkan.

3. Luka Disekitaran Dada
Faktor ini adalah penyebab yang paling umum. Hal tersebut sangat mungkin terjadi karena posisi menyusui yang kurang tepat atau bayi yang mengisap terlalu kuat. Ketika ASI sangat penuh di dada, biasanya ASI akan keluar dengan deras. Bayi pun berusaha keras mencari posisi pelekatan yang pas dimulutnya, dan sering menggigit puting keras-keras untuk menahan derasnya ASI.

4. Pecahnya Pembuluh Kapiler
Perlakuan yang terlalu kasar pada dada dapat menyebabkan pembuluh kapiler atau pembuluh darah di dalamnya pecah. Biasanya, faktor ini terjadi karena dada sudah penuh dengan ASI dan Anda memompanya pakai alat perah dengan sangat kasar, terburu-buru atau posisinya tidak tepat.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × 4 =

%d bloggers like this: