Panduan dalam Menyimpan ASI Perah

Loading...

Saat ini, semakin banyak saja wanita karir yang merangkap sebagai ibu menyusui dan masih harus beraktivitas diluar rumah. Meskipun bekerja diluar rumah, mereka tidak ingin meninggalkan kewajibannya untuk memberikan asupan ASI untuk sang buah hati sehingga mereka lebih memilih untuk memerah ASI dan menyimpannya lagi agar dapat diminum oleh bayi pada waktu-waktu tertentu. Tetapi bagaimanakah cara menyimpan ASI perah yang benar?

Panduan dalam Menyimpan ASI Perah

Di pasaran Tanah Air, baik toko online atau offline, sudah tersedia berbagai pilihan tempat untuk menyimpan ASI perah, seperti botol plastik dengan label bebas bahan kimia berbahaya, botol kaca, atau kemasan plastik khusus untuk ASI. Namun sebaiknya Anda hindari menyimpan ASI perah di dalam kemasan botol atau plastik yang sering digunakan untuk keperluan umum.

Jaga Kebersihan Botol
Sebelum Anda menyimpan ASI perah ke dalam botol, alangkah baiknya Anda melakukan sterilisasi botol susu bayi tersebut. Lakukanlah sterilisasi dengan cara sederhana yaitu merebus botol dalam air panas mendidih sekitar 10 menit. Jika Anda tidak mau repot merebus, Anda juga dapat menggunakan alat sterilisasi elektrik. Tetapi, hati-hati ketika melakukan sterilisasi botol kaca, karena bisa pecah.

Tak kalah penting, demi mencegah perkembangan bakteri di dalam ASI perah yakni menjaga kebersihan tangan Anda saat ingin memerah atau menyimpan ASI dalam botol. Sebaiknya gunakan sabun ketika mencuci tangan sebelum memerah, baik itu menggunakan tangan langsung atau pompa ASI.

Untuk ASI perah yang ingin dibekukan, Anda dapat memasukkannya segera ke bagian lemari pembeku. Tetapi, jangan isi penuh botol atau plastik kemasan tersebut karena ASI perah akan mengembang dalam keadaan membeku. Khusus untuk penampung ASI perah berbentuk kemasan, sehingga tempatkan lagi dengan wadah lain sebelum memasukkannya ke dalam kulkas. Jangan lupa untuk memberikan label bertuliskan ASI perah.

Waktu Penyimpanan ASI perah
Sebaiknya, penyimpanan ASI perah disesuaikan dengan penggunaannya. ASI yang akan digunakan dalam beberapa hari kemudian, lebih baik Anda masukkan ke dalam bagian lemari pendingin, tapi jangan sampai membuat susu jadi beku. ASI perah bisa disimpan mulai dari beberapa jam, bahkan dapat bertahan hingga satu bulanan, tergantung dari suhu penempatannya.

Berikut ini berbagai variasi waktu penyimpanan ASI perah adalah:
· ASI perah dapat bertahan hingga 6 jam apabila ditaruh pada suhu ruangan sekitar 25 derajat celcius

· ASI perah dapat bertahan hingga 24 jam, saat disimpan dalam boks pendingin yang ditambahkan dengan tambahan kantung es (ice pack)

· ASI perah dapat bertahan sampai 5 hari, saat ditaruh pada kulkas bagian lemari pendingin dengan suhu minimal 4 derajat celcius

· ASI perah dapat bertahan hingga 6 bulan pada freezer dengan suhu 18 derajat celcius dibawah titik beku 0 derajat celsius

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 − 8 =

%d bloggers like this: