Mengenal Milia pada Bayi

Loading...

Milia merupakan salah satu kondisi kulit yang sering disebut dengan jerawat bayi, pasalnya muncul pada bayi yang baru lahir. Seringkali milia berbentuk seperti bercak-bercak yang sangat kecil berwarna putih dan umumnya menempel pada pipi, hidung, area mata, atau dagu bayi. Selain itu, milia juga dikenal dengan kista milium dan tidak berbahaya sehingga tidak membutuhkan perawatan khusus sebab bisa hilang dengan sendirinya. Selain pada bayi, ternyata milia juga bisa timbul pada semua umur dan pada kasus tertentu penderitanya bisa dianjurkan untuk menjalani proses pengobatan.

Mengenal Milia pada Bayi

Pada umumnya, bentuk milia menyerupai jerawat yakni benjolan kecil berwarna putih seperti warna mutiara atau putih kekuningan. Biasanya, milia hadir secara berkelompok di daerah tertentu. Apabila hanya terdapat satu benjolan, maka istilah yang benar adalah milium. Meskipun demikian, milia tidak bisa di samakan dengan jerawat pada bayi karena kemungkinan besar jerawat juga tumbuh pada bayi yang mengalami milia.

Penyebab Milia
Kondisi milium bisa terbentuk karena adanya protein bernama keratin yang berada di dalam kelenjar pilosebasea pada lapisan dermis kulit. Kemudian, penyebab lain timbulnya milia yaitu gangguan pada kelenjar pilosebasea, contohnya akibat terlalu lama terkena sinar matahari. (Baca juga: 6 Jenis Penyakit Yang Ditandai dengan Bercak Merah Pada Kulit Bayi)

Sebenarnya, penyebab milia pada bayi baru lahir hingga detik ini belum diketahui secara pasti. Milia sering dianggap keliru sebagai jerawat bayi yang muncul oleh hormon dari sang ibu. Namun, tidak seperti jerawat bayi, milia ini tidak menimbulkan peradangan atau pembengkakkan. Dikutip dari Stanford School of Medicine, bayi memang sudah memiliki milia sejak ia lahir, sedangkan jerawat bayi baru datang saat beberapa minggu setelah ia lahir.

Tetapi lain lagi jika milia terjadi pada anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa. Biasanya, milia dikaitkan dengan berbagai jenis kerusakan kulit, antara lain sebagai berikut:
· Luka bakar
· Kerusakan akibat sinar matahari jangka panjang
· Kemerahan karena masalah kulit
· Penggunaan jangka panjang dari krim yang mengandung steroid
· Prosedur skin resurfacing, seperti dermabrasi atau laser resurfacing
· Cedera kemerahan karena poison ivy

Perawatan & Pengobatan Milia
Perawatan atau pengobatan khusus tidak diperlukan untuk mengatasi milia pada bayi sebab biasanya akan hilang dengan sendirinya. Beda lagi pada anak-anak atau orang dewasa, milia akan hilang dalam beberapa bulan. Jika sudah begitu, kini tersedia beberapa perawatan efektif untuk mengatasi milia jika kondisi tersebut membuat penderita tidak nyaman.

Beberapa perawatan yang dapat dilakukan seperti:
· Penghancuran kuretase, perawatan yang melibatkan bedah Scraping dan kauterisasi untuk menghancurkan milia.
· Ablasi laser, perawatan dengan menggunakan laser kecil dan terfokus untuk menghancurkan milia
· Cryotherapy, perawatan yang melibatkan pembekuan. Metode ini merupakan yang paling sering digunakan untuk menghancurkan milia
· Diathermy, perawatan menggunakan panas yang ekstrim untuk menghancurkan milia.
· Chemical peeling.
· Deroofing, atau menggunakan jarum steril untuk mengeluarkan isi milia.
· Obat-obatan, seperti retinoid topikal (krim yang mengandung senyawa vitamin A).

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × five =

%d bloggers like this: