Rangkaian Imunisasi pada Anak Hingga Tumbuh Dewasa

Loading...

Imunisasi merupakan proses pembentukan sistem kekebalan tubuh. Bisa dikatakan, setiap bayi yang baru lahir hingga berumur balita, wajib mendapatkan serangkaian imunisasi. Bahkan ada imunisasi tertentu yang dilakukan hingga berumur 18 tahun. Melalui program ini, tubuh akan bertemu dengan bakteri atau virus tertentu yang telah dilemahkan dengan tujuan untuk merangsang sistem imun guna membentuk antibodi yang nantinya berguna untuk membuat tubuh lebih kuat.

Rangkaian Imunisasi pada Anak Hingga Tumbuh Dewasa2

Jangan khawatir akan adanya virus atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh si kecil, karena vaksin yang berupa virus atau bakteri tersebut sudah dimatikan atau dilemahkan saja sehingga tidak akan menimbulkan penyakit. Vaksin bisa juga berupa hasil-hasil pemurnian seperti protein, peptida, partikel, ataupun organisme mati yang berguna bagi tubuh.

Adapun beberapa jenis vaksin dan jadwal pemberian vaksin, bisa Anda lihat di bawah ini:

1. Imunisasi Hepatitis B
Vaksi Hepatitis B dapat diberikan secara berkala, saat bayi berusia dua bulan, tiga bulan dan delapan bulan. Selain itu, imunisasi Hepatitis B pada balita juga bila perlu diberikan saat ia baru lahir, satu bulan, atau enam bulan. bisa dikatakan, imunisasi ini merupakan kewajiban yang tidak boleh terlewatkan.

Orang dewasa pun tetap perlu diberikan vaksin Hepatitis B karena masih beresiko terkena infeksi penyakit tersebut. Terdapat beberapa kondisi tertentu pada orang dewasa yang mempunyai resiko mengidap penyakit Hepatitis B lebih tinggi, antara lain:
· Penderita diabetes
· Penderita HIV
· Staf atau penghuni dalam rumah sakit jiwa
· Pengguna narkoba dengan jarum suntik
· Mengidap penyakit hati atau ginjal kronis
· Mempunyai pasangan yang terinfeksi Hepatitis B

2. Imunisasi BCG
Vaksin BCG atau Bacile Calmette-Guerin ialah vaksin untuk penyakit tuberkulosis atau TBC yang terbuat darI bakteri baksil tuberkulosis yakni Mycobacterium bovis. Bakteri ini telah dilemahkan dengan cara dikulturkan di medium buatan selama bertahun-tahun. Imunisasi BCG diklaim sangat efektif sebesar 80% mencegah TBC selama 15 tahun, setelah itu efeknya bervariasi tergantung dengan kondisi geografis. Vaksin ini diberikan ketika bayi berusia 1 bulan yang kemudian diulang pada usia 5 tahun.

3. Imunisasi Polio
Virus polio menyebabkan penyakit radang yang dapat menyerang syaraf. Bahayanya sangat fatal karena dapat menyebabkan kelumpuhan pada kedua kaki sehingga bisa cacat seumur hidup. Oleh karena itu, imunisasi polio harus diberikan 2 tetes secara berkala dari usia 4, 5, 6, 7 bulan, hingga berusia 5 tahun.

4. Imunisasi DTP
Vaksin DTP menjadi vaksin gabungan untuk mencegah penyakit difteri, tetanus, dan pertusis. Ketiganya disebabkan oleh bakteri yang bisa berakibat fatal, bahkan dapat menyebabkan kematian. Imunisasi DPT bisa dilakukan saat bayi Anda berusia dari 4 bulan hingga 12 tahun.

5. Hepatitis A dan Meningitis Hib
Imunisasi ini dapat diberikan pada bayi berusia 10 bulan, 12 bulan, dua tahun, hingga bayi berusia 2 tahun 7 bulan. Imunisasi ini memang tidak wajib tapi sangat dianjurkan oleh dokter.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 − 2 =

%d bloggers like this: