Penyebab & Cara Mengatasi Disentri pada Anak

Loading...

Disentri adalah salah satu gangguan kesehatan pada sistem pencernaan yang dapat menyerang siapa saja. Umumnya, disentri sering disebut infeksi pada usus yang mengakibatkan diare yang disertai lendir atau darah. Namun, bila dibandingkan dengan orang dewasa, anak kecil akan lebih rentan terserang penyakit ini. Apabila anak sudah terserang disentri, makan gejala lainnya yang akan timbul adalah demam, kram atau sakit perut, muntah, dan diare pada anak.

Penyebab & Cara Mengatasi Disentri pada Anak
Penyakit disentri memang sudah tak asing lagi ditelinga kita, tetapi banyak juga yang mengetahui seperti apa penyakit satu ini. Apabila disentri tidak ditangani dengan baik, maka penyakit itu bisa menyebabkan kematian pada anak ataupun dewasa. Oleh karena itulah, Anda sebagai orang tua harus lebih teliti dan waspada terhadap penyakit disentri karena efek yang ditimbulkan pada kesehatan anak sangatlah berbahaya.

Pada beberapa kasus, anak yang terserang penyakit disentri, jika tidak ditangani dengan cepat maka akan menjadi penyakit yang dapat mengancam jiwa, apalagi penderitanya tidak ada asupan yang berguna untuk mengganti cairan tubuh yang hilang. Terutama pada bayi, dehidrasi akibat disentri menjadi penyebab kematian paling tinggi di Tanah Air. Lantas, apa sajakah penyebab disentri tersebut?

Disentri itu sendiri disebabkan oleh dua tipe di bawah ini:
· Disentri Basiler : disebabkan oleh infeksi bakteri shigella.

· Disentri Amoeba : disebabkan oleh infeksi amoeba atau parasit bersel satu lainnya.

Infeksi yang disebabkan oleh kuman umumnya disebabkan oleh makanan dan minuman yang terkontaminasi karena kurangnya kebersihan, baik itu dari lingkungan, tangan, atau peralatan makan yang tak dibersihkan dengan benar. Biasanya disentri yang diakibatkan oleh infeksi kuman terjadi di daerah yang mempunyai tingkat kebersihan buruk. Sebelum anak terserang penyakit disentri, ada baiknya lakukan tindakan-tindakan pencegahan agar anak tidak terjangkit ataupun tertular penyakit ini.

Berikut langkah-langkah pencegahan disentri:
· Jangan lupa untuk senantiasa mencuci tangan anak dengan air bersih yang mengalir dan sabun setelah menggunakan toilet.

· Senantiasa untuk selalu mencuci tangan sebelum memasak, makan, atau menyiapkan makanan untuk si kecil.

· Bersihkan toilet dengan cairan disinfektan setelah buang air besar.

Langkah-langkah di atas dilakukan saat anak belum terjangkit disentri. Namun bagaimana jika anak sudah terserang disentri? Disentri pada anak dapat diobati supaya tidak bertambah parah. Biasanya pengobatan yang dilakukan adalah dengan memberikan obat disentri yang dapat membunuh bakteri atau kuman yang menjadi penyebab disentri.

Umumnya, dokter atau pihak medis akan memberikan antibiotik tertentu. Demi mengetahui jenis obat apa yang diberikan, dokter akan melakukan pemeriksaan sebagai langkah demi mengetahui ketahanan kuman atau jenis disentri apa yang dialami. Apabila obat yang diberikan tidak sesuai dengan jenis disentri, maka kuman yang menjadi penyebab disentri akan lebih kebal sehingga komplikasi bakal mudah terjadi.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 + five =

%d bloggers like this: